INDUSTRY.co.id, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah menyampaikan keberatannya kepada pemerintah Kerajaan Saudi Arabia perihal rekaman biometrik sebagai prasyarat visa bagi jamaah umrah. Dirinya bahkan sudah menemui Menteri Saudi Arabia.
“Rekaman biometrik 10 sidik jari dan retina itu agar tidak menjadi syarat bagi penerbitan visa,” kata Lukman, di Hotel Borobudur, Jumat (8/2/2019)
Ia menilai tempat perekeman biometrik terbatas tempatnya, hanya terdapat di kota-kota besar saja. Sementara bagi jamaah Indonesia banyak tinggal di luar kepulauan, karena Indonesia sangat luas beribu-ribu pulau. Itu kan sangat menyulitkan dari segi waktu, jarak, transportasi dan lainnya.
“Jadi kami meminta perekaman biometrik dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya yaitu, di embarkasih bagi jamaah haji dan bagi jamaah umrah cukup di bandara,” ujarnya