PB Percasi: Turnamen Catur "3 M" Adalah yang Terbesar di Indonesia

Oleh : Wiyanto | Minggu, 27 Januari 2019 - 17:49 WIB

M Hatta Taliwang sponsor turnamen catur
M Hatta Taliwang sponsor turnamen catur

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) mengapresiasi digelarnya Turnamen Catur Master dan Non Master yang memperebutkan Piala 3 M yang digelar di GOR Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 26 Januari 2019. Piala 3 M yang dimaksud di sini adalah tiga politisi yang menjadi sponsor, yaitu dua politikus Senayan, yakni M. Misbakhun dan Maruarar Sirait, serta mantan anggota DPR RI M Hatta Taliwang.

Turnamen ini diikuti 862 peserta. Mereka dibagi ke dalam lima kategori, yakni kategori master diikuti 150 orang, dengan perincian satu Grand Master, 13 Master Internasional, 24 Fide Master, dan 82 Master Nasional. Sedangkan peserta Non Master sebanyak 560 orang.

Kategori lainnya dalam turnamen ini adalah pecatur kelompok usia (KU) 12 tahun sebanyak 70 dan KU 16 tahun sebanyak 46 orang. Turnamen ini juga diikuti wasit dari 20 provinsi, yakni sebanyak 24 orang. Sedangkan satu pemain yang cukup menyita perhatian berasal dari luar negeri, yakni dari Filipina dan Uzbekistan.

"Dengan peserta sampai 850 lebih, ini berarti menjadi turnamen dengan jumlah peserta terbesar di Indonesia," kata Hendry Jamal, Ketua Komisi Catur Sekolah PB Percasi saat menjadi Insprktur Pertandingan dalam turnamen tersebut.

Selain jumlah, Hendry juga mengapresiasi karena turnamen ini tidak hanya memfasilitasi satu kategori saja seperti selama ini. Turnamen kali ini melibatkan berbagai kategori dan elemen, mulai dari master, non master, hingga pecatur cilik.

"Saya sangat kagum, karena kedisiplinan pendaftaran yang tertib, luar biasa. Hanya 3 hari bisa menyertakan 850 orang. Ini juga luar biasa, karena turnamen ini makin berkembang, pesertanya bukan hanya non master dan master yang dimainkan, tapi juga regenerasi junior. Ini mencakup semua elemen," kata Hendry.

"Dan hebatnya lagi, baru kali ini turnamen dibagi ke berbagai kategori, selama ini banyak yang komplain, karena banyak tidak seimbang. Kalau ini kan bisa memilih sesuai kategorinya."

Menurutnya, ini bisa menjadi contoh bagi penyelenggaraan kompetisi catur lainnya ke depan.

"Dengan adanya kompetisi yang baik ini, di tempat lain, saya harapkan juga bukan hanya non master, tapi juga master. Sebab, dengan begitu, para pecatur kita akan lebih meningkatkan jam terbang, sehingga otak semakin terlatih," jelasnya.

Hendry juga mengungkapkan ahwa kompetisi catur di Tanah Air masih sangat minim. Sehingga belum banyak melahirkan pecatur-pecatur kelas dunia, seperti Rusia, India, dan Cina.

"Di sini sekolah catur sudah banyak, tapi kompetisinya yang sedikit. Padahal kompetisi ini catur ada jam terbang, itu sangat penting. Jam terbang sangat dibutuhkan, seperti lari kalau enggak kuat, otakx enggak terlatih," jelas Hendry, yang juga Ketua Harian Percasi DKI Jakarta ini.

Sementara itu, M Hatta Taliwang, salah satu penyelenggara mengaku cukup kaget dengan jumlah yang luar biasa ini. Apalagi kata dia, turnamen kali ini diikuti oleh para pecatur master internasional.

"Saya kira ini rekor, kita bisa mengumpulkan 150 master," kata Hatta di arena sela-sela pertandingan catur.

Hatta memaklumi dengan gairah yang sangat besar dari para pecatur di Tanah Air. Menurutnya, hal ini terjadi karena catur merupakan olahraga otak yang tidak memerlukan biaya mahal.

"Gairah masyarakat di sini terasa, peminat catur setiap tahun bertumbuh di seluruh Tanah Air, karena ini olahraga otak dan murah. Dengan makin meningkatnya peminat catur di seluruh Indonesia, kita berharap perhatian pemerintah di seluruh daerah untuk ikut setiap PON atau Porda," kata Hatta.

Oleh karenanya, Hatta berharap agar pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat meningkatkan anggaran untuk olahraga catur.

"Kita berharap pemerintah daerah dapat menaikkan anggarannya untuk catur. Juga pemerintah pusat, termasuk juga BUMN atau perusahaan-perusahaan swasta lebih banyak berpartisipasi mensponsori acara-acara yang semakin tahun semakin banyak ini, karena olahraga ini relatif murah. Bayangkan mereka dari luar daerah berlomba-lomba, padahal kalau mengejar hadiah, mereka belum tentu dapat. Ini artinya motivasi mereka semakin meningkat," jelasnya.

"Ya, target kegiatan ini ujungnya adalah peningkatan prestasi, bagaimana Indonesia bisa lebih baik di dalam pertandingan catur internasional."

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Gubernur Jatim Soekarwo (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 23 Mei 2019 - 10:38 WIB

Mantan Gubernur Jatim Soekarwo Kini Jadi Komut Semen Indonesia

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2019 di Jakarta, kemarin.

Sosial Media (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 23 Mei 2019 - 10:26 WIB

Masih Down, Media Sosial WhatsApp Belum Bisa Unggah Foto/Video

Pengguna media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram dan Twitter masih sulit diakses pada Kamis (23/5/2019).

Gerbang tol Cikampek Utama

Kamis, 23 Mei 2019 - 10:25 WIB

Transaksi di GT Cikarut Pindah ke GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama Mulai Hari Ini

Perubahan sistem transaksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan berlaku pada tanggal 23 Mei 2019 pukul 00.00 WIB.

GoJek Indonesia (Foto : Anisa Triyuli)

Kamis, 23 Mei 2019 - 10:03 WIB

Cegah Perang Tarif, Pemerintah Bakal Atur Tarif Promo Ojek Online

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana mengatur program diskon atau tarif promo yang dikeluarkan oleh aplikator ojek online (ojol). Langkah ini untuk menghindari 'perang harga' yang tidak…

teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives mulai dibuka tanggal 20 Juni – 20 Desember 2019 di Gandaria City, Jakarta

Kamis, 23 Mei 2019 - 09:50 WIB

Sorak Gemilang Entertainment Hadirkan Teamlab Future Park And Animals Of Flowers

TeamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives adalah pameran seni interaktif terbesar di Jakarta menggunakan teknologi digital. Pameran ini mengangkat tema utama ‘Co-Creation’…