Kementan Wacanakan Kebijakan Wajib Tanam Kedelai untuk Importir

Oleh : Wiyanto | Rabu, 23 Januari 2019 - 13:24 WIB

Ilustrasi Kedelai (Foto Ist)
Ilustrasi Kedelai (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Pemerintah terus mendorong pengembangan kedelai nasional, baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi untuk menumbuhkan minat petani menanam kedelai pemerintah memberikan bantuan sarana produksi berupa benih unggul. Bahkan pemerintah mewacanakan wajib tanam bagi para importir kedelai.

Keterlibatan importir wajib tanam kedelai sangat positif dalam rangka ikut membina dan memberi semangat kepada petani untuk mengembangkan kedelai nasional baik dengan pola mandiri maupun pola kemitraan, ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Maman Suherman saat dimintai keterangan via telepon, Senin (21/1).

Bersamaan dengan itu, pemerintah juga akan terus melakukan upaya-upaya yang dilakukan baik melalui perluasan areal tanam maupun peningkatan produktivitas. Untuk mengatasi keterbatasan lahan, pengembangan kedelai diarahkan penanaman di lahan kering, integrasi dengan perkebunan, perhutanan dan budidaya tumpangsari.

Untuk dongkrak produksi, Kami juga menyiapkan benih unggul varietas lokal dengan potensi produksi mulai 2 - 3,5 ton per hektare, imbuh Maman.

Sebagai catatan, angka produksi kedelai tahun 2018 sebesar 983 ribu ton. Angka ini merupakan capaian produksi tertinggi selama 2014-2018, dan lebih tinggi dibanding rata-rata produksi 2014-2018 yang berada di kisaran 859.830 ton.

Peningkatan Produksi tahun 2018 melonjak naik sebesar 82,39 % dibanding tahun 2017, ujar Maman.

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ali Jamil optimistis cita-cita Indonesia untuk menjadi lumbung pangan dunia tahun 2045 dapat terwujud selama mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.Untuk itu, program ini harus didukung oleh segenap komponen bangsa baik itu Kementan sebagai motor, intansi terkait lintas lembaga/kementerian, akademisi, pengamat pertanian dan terutama para petani sebagai ujung tombak.

Kita harapkan rekan-rekan Importir kedelai untuk turut berpartisipasi membantu menanam kedelai bangsanya sendiri agar pencapaian swasembada dan keberlanjutannya bisa kita jaga, jelas Ali.

Menurut Ali, dalam pencapaian swasembada kedelai, ketersediaan benih juga memiliki peranan penting. Untuk memenuhi kebutuhan benih kedelai tahun 2019 seluas 1 juta hektar dengan kebutuhan benih 43 ribu ton, dirinya mengharapkan kebutuhan tersebut dapat disediakan dari pertanaman kedelai kegiatan 2018 dengan pola zonasi (pewilayahan), dengan dikawal oleh Balai Pengawasan Sertifikasi Benih (BPSB) setempat.

Ali menambahkan varietas kedelai yang banyak ditanam petani antara lain varietas Anjasmoro, Grobogan, Wilis dan Argomulyo. Selain itu ada beberapa varietas yang sedang dikembangkan oleh Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), yaitu varietas Mutiara biji besar. Di sisi lain, Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB BIOGEN) Badan Litbang Pertanian, juga mengembangkan varietas kedelai dengan biji besar dengan nama varietas Bio Soy 1 dan Bio Soy 2. Pengembangan kedelai dengan biji besar dimaksudkan memenuhi permintaan para pengrajin tahu-tempe kita ke depan.

Dengan adanya varietas baru ini diharapkan ketersediaan benih kedelai dengan biji besar dapat terpenuhi. Tentunya kita harapkan bisa menggantikan kedelai impor yg secara umum berbiji lebih besar dari varietas kita, tandasnya.

Untuk menjamin ketersedian benih, Ali mengusulkan Pola Kemitraan antara penangkar benih di wilayah pengembangan dengan produsen atau penyedia benih untuk pola penampungan calon benih yang di hasilkan penangkar diwilayah tersebut.

Selain itu perlu adanya pemanfaatan program Desa Mandiri Benih (DMB) untuk memenuhi kebutuhan benih kedelai In Situ, pungkas Ali.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:21 WIB

Jasindo Catat Pertumbuhan Asuransi Tani di Jateng dan Jatim

Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo mencatat pertumbuhan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di kuartal 1 tahun 2022.

Ilustrasi kesehatan perempuan dan anak. (Foto: WHO)

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:18 WIB

Duh Mengerikan! Kemenkes Temukan 18 Orang Dugaan Kasus Hepatitis Akut

Jakarta-Kementerian Kesehatan melaporkan telah menemukan dugaan kasus Hepatitis Akut yang belum diketahui penyebabnya kepada 18 orang.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:10 WIB

Menteri Teten Identifikasi Koperasi yang Siap Produksi Minyak Goreng

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki terus mengidentifikasi koperasi-koperasi yang memungkinkan untuk memproduksi minyak goreng sehingga setidaknya bisa memberikan alternatif pasokan…

Juru bicara pemerintah untuk Presidensi G20 Indonesia Maudy Ayunda

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:08 WIB

Maudy Ayunda Beberkan Tiga Isu Transisi Energi yang Bakal Diangkat dalam Presidensi G20 Indonesia

Sebagai salah satu isu prioritas Presidensi G20 Indonesia, pemerintah menyoroti dampak perubahan iklim yang diakibatkan oleh sektor energi yang relevan dalam keseharian masyarakat.

Pakaian Tradisional Jepang, Yukata dan Kimono (Foto: saibumi.com)

Selasa, 17 Mei 2022 - 11:00 WIB

Jepang Pertimbangkan Buka Kunjungan Wisatawan Pada Juni 2022

Pandemi dua tahun ini membuat Jepang menutup perbatasannya untuk wisatawan asing. Tetapi, baru-baru ini Jepang telah dibuka pada April untuk beberapa penduduk luar negeri misalnya, pelancong…