Edy Rahmayadi Akui Gagal Bawa PSSI Menjadi Lebih Baik

Oleh : Herry Barus | Senin, 21 Januari 2019 - 06:16 WIB

 Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (Foto:trentekno)
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (Foto:trentekno)

INDUSTRY.co.id - Bali - Ketum PSSI Edy Rahmayadi menegaskan, keputusannya untuk mundur dari jabatan ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) adalah keputusan terbaik yang terbaik untuk bangsa Indonesia.

"Tidak ada yang menekan saya untuk mundur. Ini adalah keputusan yang terbaik untuk bangsa," ujar Edy usai menyampaikan pidato pengunduran dirinya dalam kongres tahunan PSSI di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (20/1/2019)

Menurut mantan Pangkostrad itu, memimpin PSSI menjadi tantangan paling sulit yang dihadapi dalam hidupnya.

Dia mengakui dalam beberapa hal dirinya gagal membawa PSSI menjadi lebih baik sejak memimpin tahun 2016. 

"Sudah dilarang mengatur skor, terjadi pengaturan skor. Ada perkelahian juga. Itu kan berarti saya gagal. Jangan sampai karena satu atau dua orang PSSI terganggu. Mari kita doakan pemimpin berikutnya lebih jaya," tutur Edy yang juga Gubernur Sumatera Utara itu..

Karena itu, dia pun meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia terutama pencinta sepak nasional atas semua kekurangannya selama memimpin PSSI.

Dengan mundurnya Edy, pucuk organisasi PSSI untuk sementara dijabat oleh Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Joko bisa saja saja memimpin sampai tahun 2020, tahun berakhirnya era kepengurusan yang dilantik tahun 2016.

Namun, jika para pemilik suara (voters) meminta untuk segera melakukan pergantian ketua umum, mekanisme yang dilakukan adalah melalui kongres luar biasa (KLB).

Regulasi tersebut diterangkan dalam pasal 30 Statuta PSSI. Di sana tertulis, KLB bisa digelar jika 50 persen atau 2/3 delegasi membuat permohonan tertulis untuk itu.

KLB akan diadakan oleh komite eksekutif PSSI tiga bulan setelah permintaan resmi itu diterima. Seandainya tidak juga digelar, anggota dapat melangsungkan kongres sendiri atau bisa pula meminta bantuan FIFA. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Agung Podomoro Land (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 20 Mei 2019 - 16:26 WIB

APLN Santuni Seribu Anak Yatim

Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) melalui Yayasan Agung Podomoro Land (YAPL) kembali berbagi dalam keberkahan di bulan yang suci ini dengan memberikan santunan kepada 1.100 anak yatim.…

Sucofindo menggarap jaringan RPMA

Senin, 20 Mei 2019 - 16:23 WIB

Tingkatkan Mutu Pendidikan, SUCOFINDO Berbagi Peralatan Uji Ke Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan berbagi kompetensi, PT SUCOFINDO (Persero) melaksanakan Program Bina Linkungan dengan melakukan kunjungan ke Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Kapolri Tito Karnavian seusai menandatangani Nota Kesepahaman (Foto: Ridwan)

Senin, 20 Mei 2019 - 16:15 WIB

Tingkatkan Pengamanan Sektor Industri, Kemenperin Teken MoU dengan Polri

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Bantuan Pengamanan, Penegakan Hukum, dan Pemanfaatan…

Kerjasama Garuda Indonesia dengan Pegadaian (dok INDUSTRY.co.id)

Senin, 20 Mei 2019 - 16:07 WIB

Garuda Indonesia dan Pegadaian Teken Kerja Sama Komersial dalam Penerbangan Jakarta-Denpasar

PT Pegadaian (Persero) menjalin kerja sama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tentang Penjualan Produk, Layanan di Kanal Distribusi dan Komunikasi Pemasaran sebagai implementasi program…

Kebun sawit (Foto Dok Tribunnews)

Senin, 20 Mei 2019 - 15:30 WIB

Hadapi UE, Indonesia Harus Punya Konsep Kawasan Hutan dan Deforestasi

Para pemangku kepentingan perlu duduk bersama untuk membahas pemahaman kawasan hutan dan deforestasi. Hal itu supaya ada aturan yang tegas dan tidak multitafsir agar tidak setiap ada kegiatan…