PT. South Pacific Viscose Berkomitmen Terus Taati Peraturan Lingkungan Hidup

Oleh : Herry Barus | Senin, 07 Januari 2019 - 18:00 WIB

Tingkatkan Produksi PT. South Pacific Viscose Meresmikan Lenzing Center of Excellence (Foto Dok WE)
Tingkatkan Produksi PT. South Pacific Viscose Meresmikan Lenzing Center of Excellence (Foto Dok WE)

INDUSTRY.co.id - Jakarta– PT.  South Pacific Viscose (PT. SPV) yang merupakan penghasil serat untuk pasar domestik dan pasar global yang berlokasi di Purwakarta terlepas dari gugatan LSM Wapli yang dipimpin Teddy M Hartawan dalam pokok perkara yaitu pembatalan SK Menteri LHK Nomor 147 pada sidang pembacaan putusan di PTUN Jakarta pada tanggal 3 Januari 2018.

PT. SPV terbukti telah mematuhi semua syarat dan peraturan lingkungan hidup baik dari tingkat Kementerian LHK maupun di tingkat Kabupaten Purwakarta.

PT. SPV sudah beroperasi di Indonesia selama 35 tahun dan terus konsisten menerapkan kegiatan produksi dan pengolahan limbah sesuai standard regulasi yang ditetapkan pemerintah. Sebagai perusahaan yang memegang predikat standar pengelolaan lingkungan dengan predikat  PROPER BIRU, PT. SPV juga berkontribusi aktif dalam program Citarum Harum melalui  berbagai kegiatan seperti pengerukan sedimen di tepi sungai Citarum,  revitalisasi lahan negara dari tempat pembuangan sampah warga menjadi kebun buah – buahan, penanaman pohon Trembesi dan pohon buah di tepi sungai Citarum, pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Eco Village berupa kegiatan : pengelolaan sampah rumah tangga  (Bank Sampah Mandiri) dan pertanian sayur hidroponik di Kampung Ciasem dan Ciroyom, pembuatan Biogas untuk energi terbarukan bagi warga desa.

Selain itu, komitmen PT. SPV terus diperkuat dengan pengembangan kapasitas masyarakat sekitar di desa Cicadas dengan berbagai program wirausaha kreatif seperti produksi barang-barang rumah tangga dari limbah kayu dan peternakan Ikan Lele maupun Burung Puyuh yang hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar, dan prestasi ini dikukuhkan dengan penerimaan penghargaan Ecovillage Mandiri Award tahun 2018 dari Gubernur Jawa Barat pada bulan Desember 2018 lalu.

“Kita terus proaktif dan kreatif dalam memberikan dukungan pada program Citarum Harum sesuai dengan Peraturan Presiden No. 15 tahun 2018, dan terus memberikan komitmen kuat dalam permberdayaan masyarakat sebagai kesempatan untuk dapat menebarkan berita positif dan inspiratif di tengah era disruptif“, ujar Widi Nugroho Sahib selaku Head of Corporate Affairs PT. SPV.Senin (7/1/2019)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sosialisasi Implementasi Indonesia Terhadap Perjanjian AHKFTA dan AHKIA

Rabu, 08 Juli 2020 - 09:15 WIB

AHKFTA dan AHKIA Dimulai, Peluang Indonesia Tingkatkan Ekspor di Pasar Asia Meningkat

Indonesia mulai mengimplementasikan Perjanjian ASEAN – Hong Kong, China Free Trade Agreement (AHKFTA) dan ASEAN – Hong Kong, China Investment Agreement (AHKIA) pada 4 Juli 2020.

Equnix Business Solutions

Rabu, 08 Juli 2020 - 09:00 WIB

Peran Open Source di Era New Normal

Tidak ada satupun yang memprediksi bahwa di triwulan pertama tahun 2020 merupakan momentum awal sebuah perubahan didunia. Virus Covid19 membuat hampir seluruh aktifitas masyarakat dunia berubah.…

Presiden Joko Widodo

Rabu, 08 Juli 2020 - 08:55 WIB

Urusan Administrasi Jadi Hambatan Pembangunan Tol Cisumdawu, Jokowi Inginkan Ada Regulasi Sederhana

Saat ini, beberapa yang masih menjadi kendala antara lain adalah proses pembebasan lahan dan pengembalian dana talangan tanah yang juga terhambat karena urusan administrasi.

Menkeu Sri Mulyani

Rabu, 08 Juli 2020 - 08:53 WIB

Catat! Pemerintah Siapkan Rp123, 46 Trilun untuk Modal Kerja 60 Juta UMKM, Menkeu: Ini Menu Komplit Untuk Ekonomi Bergerak

Selain lebih dari 60 juta pelaku UMKM yang berada di bawah lembaga perbankan yang akan terbantu melalui program ini. Pemerintah juga tidak melupakan UMKM yang ada di bawah lembaga pembiayaan.…

Presiden Jokowi

Rabu, 08 Juli 2020 - 08:33 WIB

Kebutuhan Investasi Tol Trans-Sumatera Capai Rp476 Triliun, Presiden Jokowi Minta Ada Terobosan Sumber Dana Alternatif

Presiden Joko Widodo menyebut, kebutuhan investasi untuk jalan tol Trans-Sumatera mencapai Rp476 triliun. Dari total investasi tersebut masih ada kebutuhan tambahan pendanaan sebesar Rp386,76…