INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk pasca terjadinya gelombang Tsunami di kawasan Pantai Anyer, dan sekitarnya, Sabtu, 22 Desember 2018, Pk 21.27 WIB berada dalam kondisi baik dan tetap beroperasi seperti biasa.

 Setelah pendataan, kerusakan yang terjadi akibat terjangan gelombang air laut, hanya berdampak minor pada beberapa fasilitas pabrik. 

 Saat ini, pihak manajemen Chandra Asri, saat ini tengah mendata karyawan dan keluarga.Tidak ada karyawan perusahaan yang menjadi korban jiwa.

 “Kami mengucapkan belasungkawa dan turut prihatin akan musibah tsunami yang menimpa Anyer dan sekitarnya. Kami berkomitmen akan terus membantu pemerintah daerah dan masyarakat untuk kembali pulih dari bencana ini,” ujar Erwin Ciputra, Presiden Direktur Chandra Asri Petrochemical Kamis (3/1/2019)

Sementara itu Bupati Pandeglang, Banten, Irna Narulita mengimbau aparat desa untuk siaga bencana terutama bagi daerah yang berada di kawasan pesisir.

"Kita tinggal di kawasan "ring of fire"  (cincin api), jadi ta tidak dapat memprediksi keadaan dan kapan bencana itu datang," kata Irna di Pandeglang, Rabu.

Irna mengatakan aparat desa harus memahami dan kondisi daerah ini karena bencana tidak dapat diprediksi, ini yang perlu kewaspadaan dini.

Dia mengatakan masalah tersebut pada sosialisasi mitigasi bencana bagi aparatur desa terdampak tsunami, Rabu (2/1/2018 ) di Shelter Tsunami Kecamatan Labuan.

Menurut dia, meski saat ini "early warning sistem" (EWS) telah dipasang di wilayah Teluk, tapi itu saja tidak cukup karena radius daya jangkau peringatan hanya sekitar dua km.