INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pada tahun ini PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menargetkan raihan kontrak baru mencapai Rp10,39 triliun baik dari proyek internal maupun eksternal. Direktur Utama WSBP, Jarot Subana mengatakan memasuki tahun 2019, perseroan akan tetap mempertahankan kinerjanya, baik dari sisi nilai kontrak baru, pendapatan usaha dan laba.
"Pada 2019, kami menargetkan laba naik sekitar 10 persen dibandingkan 2018. Perseroan juga membidik nilai kontrak baru 2019 senilai Rp10,39 triliun," kata Jarot di Jakarta, Rabu (2/1/2019).
Jarot menambahkan, pada Januari 2019 terdapat potensi nilai kontrak baru sekitar Rp2 triliun yang berasal dari pekerjaan tambahan proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Cibitung-Cilincing, Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), dan proyek lainnya.
Direktur Keuangan WSBP, Anton YT Nugroho mengungkapkan perseroan telah menerima pembayaran dari proyek turnkey jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sebesar Rp1,6 triliun pada akhir 2018. Sebelumnya, pembayaran termin KBLM sudah terealisasi senilai Rp665 miliar, dimana Rp250 miliar diantaranya merupakan pembayaran turnkey.
Dengan pembayaran tersebut, WSBP dapat menutup akhir 2018 dengan membukukan arus kas (cashflow) operasional positif yang signifikan sekitar Rp1,1 triliun, dibandingkan periode yang sama 2017 minus Rp2,4 triliun.
"Pada 2018, arus kas dari operasional perseroan surplus. Penerimaan termin yang sudah masuk mencapai Rp9,8 triliun, lalu kami terima lagi sampai akhir 2018 sebesar Rp1,6 triliun. Jadi, totalnya sekitar Rp11,4 triliun," terangnya.
Ditambahkan, WSBP telah menuntaskan proyek Tol Becakayu yang merupakan proyek turnkey pertama perseroan. "Proyek turnkey memiliki margin yang lebih besar dibandingkan non-turnkey. Namun, sebagai kompensasi, kontraktor harus siap pendanaan sampai proyek selesai," ungkapnya.
Saat ini, WSBP masih menyisakan proyek turnkey Cimanggis-Cibitung, dimana pembayaran termin untuk proyek ini akan terealisasi pada 2019 dengan pembayaran termin sebesar Rp2,6 triliun. Sementara itu, rasio posisi utang berbunga terhadap modal WSBP masih sebesar 0,77 kali, jauh dari batas yang ditentukan sebesar 2,5 kali.
"Dengan besaran ekuitas per kuartal III-2018 yang sebesar Rp7,45 triliun, perseroan masih memiliki kapasitas ruang pendanaan yang besar," tegasnya.