INDUSTRY.co.id - Jakarta, Konsep bisnis yang kuat sekalipun tidak akan terwujud secara sempurna tanpa dukungan sisi finansial yang tepat. Fintax Fair 2019 yang akan diadakan pada tanggal 17 – 18 Januari 2019, di Assembly Hall Menara Mandiri diadakan untuk menjadi dukungan holistik dalam berbagi pengetahuan entrepreneurship bagi para pengusaha muda di Indonesia.
Dengan tema ‘Cerdas Finansial, Perpajakan, dan Teknologi’, acara tersebut akan mengupas segala ilmu yang perlu diketahui dan solusi teknologi yang dibutuhkan dalam membangun sebuah usaha.
Sejumlah pembicara yang telah memastikan kehadirannya antara lain Iwan Djuniardi sebagai Direktur Transformasi Teknologi Komunikasi dan Informasi, Merry Riana sebagai Motivator Wanita No. 1 Di Indonesia & Asia, Yustinus Prastowo sebagai Founder Center For Indonesia Taxation Analysis (CITA), Yohanes G. Pauly sebagai World Top Certified Coach CEO & Master Coach of GRATYO, Tanadi Santoso sebagai Founder Business Wisdom Institute & Host ‘Business Wisdom’ di PASFM, Prita H. Ghozie sebagai Founder & Director, ZAP Finance, Tung Desem Waringin sebagai Pelatih Sukses No. 1 Indonesia, dan Adinata Widia sebagai Senior Vice President, P.T. Mandiri (Persero) Tbk.
Penelitian dari Universitas Tennessee pada tahun 2013 mengatakan bahwa 25% bisnis menemui kegagalan setelah 1 tahun, dan 35% dari total yang berhasil di tahun pertama akan kembali menemui kegagalan setelah tahun kedua.
Kegagalan menjadi lebih besar lagi di tahun ketiga, yaitu sebesar 44%. Artinya jika ada 10 bisnis, maka hanya akan ada 2-3 bisnis saja yang akan bertahan setelah tahun ketiga.
Hadirnya Fintax Fair merupakan momen yang tepat, bersamaan dengan waktu dimana pemerintah Indonesia juga terus memberi dorongan dan melakukan motivasi kepada kaum muda agar memiliki semangat kewirausahaan.
Menurut data olahan Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,1 persen dari total penduduk usia produktif. Jumlah ini terbilang minim dibandingkan dengan tingkat wirausaha di negara-negara maju yang bisa mencapai 14 persen.
“Kami percaya bahwa terdapat jiwa entrepreneur di dalam setiap orang, dan terdapat berbagai ide bisnis brilian yang saat ini belum terungkap dan terwujud," jelas Teguh Harapan, CMO, P.T. Harmoni Solusi Bisnis selaku organizer dari Fintax Fair 2019 di Jakarta (13/12/2018).
Namun, tambahnya, dari tahun ke tahun, persyaratan untuk menjalankan bisnis semakin kompleks.
"Oleh karena itu, untuk mewujudkan mimpi para pengusaha muda, dan memastikan bahwa bisnis yang mereka ciptakan terus sustainable, Fintax Fair 2019 hadir untuk memberikan dukungan dari segi edukasi dengan menggandeng sejumlah praktisi dan profesional yang dapat memberi berbagai insight penting," ungkapnya.
“Selain itu, para pengusaha juga bisa mendapatkan solusi nyata melalui teknologi dan inovasi terkini yang akan ditampilkan untuk mendukung perkembangan usaha mereka," tambah Teguh.
Menurutnya, kemajuan teknologi menuntut para pengusaha muda untuk lebih kreatif dan inovatif, dan fleksibel terhadap perkembangan yang terjadi secara pesat. Selain memberikan wawasan dan solusi inovasi teknologi terbaru untuk membantu para perintis bisnis dalam mengembangkan usahanya, Fintax Fair 2019 juga menawarkan sesi “Tax Fair” dimana para pebisnis dapat melakukan sesi konsultasi pajak secara gratis dengan lebih dari 20 konsultan berlisensi untuk pelaksanaan kewajiban pajak usaha mereka.
“Saya sudah banyak mendengar aspirasi teman-teman untuk memulai bisnis-bisnis yang menarik dan yang memiliki potensi besar untuk dapat berkembang menjadi sesuatu yang hebat.” Jelas Tanadi Santoso, Founder Business Wisdom Institute, salah satu pembicara yang akan meramaikan acara Fintax Fair 2019.
“Namun seringkali perjalan terhenti sebelum bisnis berkembang karena framework yang kurang kokoh, yaitu dari segi finansial, perpajakan, ataupun investasi teknologi yang ternyata kurang baik. Saya akan bercerita tentang cara saya memulai bisnis, dan apa saja yang telah saya lakukan agar bisnis tidak hanya bertahan, namun juga terus berkembang walau terjadi banyak perubahan pada landscape bisnis yang selama ini saya jalankan," tutup Tanadi.