Pergerakan Suku Bunga dan Likuiditas Pengaruhi Properti

Oleh : Herry Barus | Selasa, 18 Desember 2018 - 06:20 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa pergerakan suku bunga acuan maupun kurs dan pengetatan likuditas menjadi faktor yang bisa mempengaruhi pertumbuhan sektor properti.

"Kondisi ini sesuatu yang harus diwaspadai karena sepanjang 2018 terjadi masalah nilai tukar, suku bunga, dan likuiditas yang cukup ketat," kata Sri Mulyani dalam membuka seminar proyeksi properti 2019 di Jakarta, Senin (17/12/2018)

Sri Mulyani menjelaskan koordinasi stabilitas makroekonomi dengan kebijakan moneter selalu dilakukan agar suku bunga acuan, nilai tukar dan likuiditas tidak mempengaruhi penjualan rumah maupun bangunan.

Pengelolaan ini menjadi penting, karena tidak hanya terkait pemenuhan rumah atau bangunan bagi masyarakat, namun juga kondisi perekonomian secara keseluruhan.

Sri Mulyani bahkan menceritakan kejatuhan sektor properti di AS karena buruknya pengelolaan kredit perumahan dan berdampak kepada krisis keuangan global 2008-2009.

Pemulihan baru terjadi setelah Bank Sentral AS melakukan "Quantitative Easing" serta menurunkan suku bunga acuan hingga mendekati nol agar permintaan kembali meningkat.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya untuk mendorong kinerja sektor properti agar tetap tumbuh dan permintaan tidak berkurang terutama dari generasi milenial.

Selama ini, tambah dia, pemerintah juga telah menerbitkan kebijakan fiskal untuk mendukung pertumbuhan sektor properti, salah satunya melalui relaksasi kebijakan perpajakan.

Relaksasi dari pungutan Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) maupun Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) ini diharapkan bisa menggairahkan penjualan properti.

"Pertumbuhan sektor properti harus didukung karena mempunyai 'multiplayer effect' yang tinggi. Oleh karena itu, pemerintah memformulasikan kebijakan fiskal untuk menumbuhkan ekonomi," katanya kepada Antara.

Dalam kesempatan ini, Sri Mulyani juga menekankan pentingnya para pemangku kepentingan dalam bidang properti untuk aktif dalam revolusi industri 4.0 untuk mengantisipasi cepatnya perubahan teknologi.

Selain itu, sinergi pemerintah dan swasta juga perlu ditingkatkan agar tercipta kerja sama yang lebih produktif terutama untuk mengantisipasi permintaan dari generasi milenial. Seminar proyeksi properti 2019 merupakan acara yang diselenggarakan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk membahas berbagai informasi, data, fakta maupun pandangan properti tahun depan.

Terdapat tiga isu utama dalam seminar ini yaitu tren perkembangan properti 2019 dipandang dari peluang, potensi dan tantangan, potensi properti di era revolusi industri 4.0 serta isu global terkait pemanfaatan aset dan potensi optimalisasi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Apacer AC633 USB 3.1

Senin, 27 Mei 2019 - 14:01 WIB

Pamerkan Portofolionya, Apacer Resmikan Program Terbaru di Computex Taipei 2019

Apacer, produsen storage kelas industri terkemuka di dunia hadir di COMPUTEX TAIPEI 2019 dan meresmikan program terbarunya “Welcoming Intelligent Connectivity” (Menyambut Konektivitas…

Penyanyi Pendatang Baru Gabriella Larasati membawakan Ost Dont Run Away

Senin, 27 Mei 2019 - 14:00 WIB

Gabriella Larasati Jadi Debutan Super Media Music

PT Super Media Produksi, sebuah rumah produksi Film yang didirikan pada mei 2018, oleh Unchu Viejay dan Adi Garing, yang dikenal, dengan karya perdana film horror berjudul don’t run away.…

Kolaborasi Alodokter dan Century

Senin, 27 Mei 2019 - 13:42 WIB

Alodokter Gandeng Century Ciptakan Sinergi Layanan Kesehatan

Kolaborasi ini memiliki visi untuk menciptakan sinergi layanan kesehatan terbaik yang memberikan banyak keuntungan bagi keluarga muda modern Indonesia.

Gelaran Unlock Your Creativity

Senin, 27 Mei 2019 - 12:19 WIB

Segera Meluncur di Indonesia, OPPO Ajak Konsumen Cicipi Smartphone Teranyar Reno Series

OPPO menggelar acara “Unlock Your Creativity” untuk memberikan kesempatan awal kepada konsumen dalam mencoba produk terbaru OPPO Reno Series, sebelum resmi diluncurkan di Indonesia.

 PT Pegadaian (Persero)

Senin, 27 Mei 2019 - 12:08 WIB

Kinerja Gemilang, Pegadaian Setor Dividen Rp.1,387 Triliun

Hal tersebut tertuang dalam Keputusan RUPS tentang Persetujuan Laporan Keuangan Tahunan Tahun Buku 2018 dan Pengesahan Laporan Keuangan Tahun 2018 PT Pegadaian (Persero) yang ditetapkan dalam…