INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Pelemahan pada bursa saham AS sebelumnya yang diikuti dengan adanya rilis data-data ekonomi Tiongkok yang memberikan gambaran perlambatan ekonomi memberikan sentimen negatif pada laju bursa saham Asia. Aksi jual pun kembali terjadi dan berimbas pada pelemahan sejumlah indeks saham Asia.

"Meski kekhawatiran akan perang dagang mulai berkuran namun, pelaku pasar melihat masih adanya imbas dari perang dagang sebelumnya. Apalagi kesepakatan dagang tersebut hanya berlangsung sementara dan bersifat penundaan untuk pengenaan tarif dari impor masing-masing," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Adanya rilis data-data ekonomi Tiongkok yang mengindikasikan adanya perlambatan turut memberikan sentimen negatif pada pergerakan bursa saham Eropa. Akibatnya, laju sejumlah indeks saham Eropa cenderung melemah. Indeks pan-European Stoxx melemah 0,63 persen dengan tekanan pada sejumlah saham. Tidak hanya di Tiongkok, sejumlah data-data ekonomi Zona Eropa pun juga turut mengalami pelemahan dan memberikan sentimen negatif. Saham-saham sumberdaya berbalik melemah dan berimbas pada sejumlah sektor saham lainnya.

Pelemahan bursa saham Asia dan Inggris berimbas negatif pada pergerakan bursa saham AS sehingga lajunya berbalik melemah. Pelaku pasar memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk kembali melakukan aksi jualnya. Saham-saham berkapitalisasi besar kembali menjadi sasaran aksi jual, diantaranya saham Apple yang berimbas tidak hanya pada sektor teknologi namun, di sejumlah sektor lainnya.

"Adanya rilis sejumlah data-data di Tiongkok dan Eropa serta beberapa data-data ekonomi AS yang mengalami penurunan mengindikasikan adanya perlambatan atas ekonomi sebagai imbas dari adanya perang dagang sehingga pelaku pasar pun merespon negatif," katanya.