LSI: Elektabilitas Jokowi-Maruf Masih Unggul

Oleh : Herry Barus | Jumat, 07 Desember 2018 - 04:35 WIB

Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)
Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Hasil survei dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A. menyebutkan elektabilitas Pasangan Calon Presiden/Wakil Presiden RI Joko Widodo/Ma'ruf Amin masih unggul daripada pasangan Prabowo Subianto/Sandiaga Uno dengan selisih di atas 20 persen.

"Elektabilitas Jokowi/Ma'ruf 53,2 persen, sementara Prabowo/Sandi 31,2 persen dengan selisih 22 persen dengan 15,6 persen lainnya tidak menjawab," kata peneliti senior LSI Denny J.A., Rully Akbar, saat merilis hasil survei Pilpres 2019 yang dilakukan pada tanggal 10 s.d. 19 November 2018 di Kantor LSI Denny J.A. di Jakarta Timur, Kamis (6/12/2018) .

Menurut dia, meskipun masih unggul 22 persen, suara Jokowi/Ma ruf Amin mengalami penurunan dari bulan sebelumnya, yaitu 4,5 persen, sementara suara Prabowo/Sandiaga mengalami kenaikan 2,6 persen.

Pada hasil survei sebelumnya, yakni Oktober 2018, elektabilitas Jokowi/Ma'ruf 57,7 persen, sementara Prabowo/Sandi 28,6 persen. Dengan selisih suara yang masih 22 persen, menurut dia, bisa dikatakan tidak ada perubahan signifikan dari elektabilitas kedua paslon.

Hal itu terjadi, kata dia, lantaran kedua kubu pasangan calon terlalu sibuk memainkan perang isu, sementara kampanye tentang program visi dan misi masih diabaikan.

"Pembicaraan di media sosial dan media konvensional ternyata dikuasai oleh perang isu yang sensasional saja. Namun, terbukti tidak mengubah secara signifikan elektabilitas keduanya" ujarnya. Oleh karena itu, kata Rully, sudah waktunya kedua belah paslon untuk menyampaikan visi dan misi melalui program-program konkret untuk merebut suara paslon lawan maupun swing-voters.

"Kalau sudah masuk ranah program, masyarakat bisa melihat diferensiasi antara kedua paslon, Jokowi diuntungkan karena masih menjabat sebagai presiden sehingga bisa menunjukkan prestasinya," tuturnya. Survei dilakukan pada tanggal 10 s.d. 19 November 2018 dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi dengan metode wawancara langsung. Margin of error survei ini adalah +/- 2.9 persen. Selain survei, LSI Denny J.A. juga melengkapi survei ini dengan riset kualitatif dengan metode FGD, indepth interview, dan analisis media.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Desa Wisata

Minggu, 16 Juni 2019 - 12:30 WIB

Kemenpar Gandeng Udinus Latih Warga Temanggung Majukan Desa Wisata

Kementerian Pariwisata dan Universitas Dian Nuswantara Semarang memberikan pelatihan memajukan potensi daerah sebagai desa wisata baru pada warga Kelurahan Walitelon Utara Kecamatan Temanggung,…

Neta S Pane, IPW (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:56 WIB

Lima Alasan IPW Desak Polri Segera Menahan Komjen Purn Sofyan Jacob

Ind Police Watch (IPW) mendesak Polri segera menahan Sofyan Jacob. Jika Sofyan tidak hadir, Polri harus melakukan upaya jemput paksa dan segera menjebloskannya ke tahanan.

Harry Hikmat Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:45 WIB

Korban Bencana Alam Yang Jatuh Miskin Berpeluang Dapat PKH

Korban bencana alam yang jatuh miskin berpeluang menjadi penerima program keluarga harapan (PKH) baru . Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Harry Hikmat menjelaskan korban bencana…

Shabrina Evaswantry Binti Novizar Swantry ( Nana) (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:36 WIB

Surat-Surat Wasiat Mendiang Nana ( Obituari Penderita Kanker)

“ For Everyone. PS : Sayang, tolong dibacakan setelah kuburku ditutup. Bacakan dengan ikhlas dan penuh syukur. Dont be sad,” itu tulisan pengantar dari surat “wasiat” almarhumah Shabrina…

Festival cabai

Minggu, 16 Juni 2019 - 11:19 WIB

Menduniakan Cabai Melalui Festival Cabai

Tangerang - Pada perayaan acara Pehcun atau lomba perahu naga di Tangerang 15-16 Juni ini Kementerian Pertanian yang bekerja sama dengan Museum Tanah dan Pertanian Bogor dan Museum Benteng Heritage…