INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Diperkirakan IHSG akan terkoreksi jangka pendek dengan support resistance 6038-6155. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya TBLA, INKP, TLKM, PGAS, ADRO, INDY, UNTR, MCAS.
"Secara teknikal IHSG tepat menyentuh level FR161.8% sebagai target Wave 3 secara ideal. Pola candlestick pun membentuk pola northern star dengan indikasi terkoreksi jangka pendek menguji MA200. Indikator stocahstic bergerak jenuh dengan momentum jenuh indikator RSI," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (4/12/2018).
IHSG (+1.03%) menguat 62.19 poin kelevel 6118.32 dengan sektor pertambangan (+2.51%) dan Property (+2.19%) memimpin penguatan. Harga komoditas tambang rebound setelah melewati bulan terburuknya di tahun ini. Harga Minyak yang rebound akibat pertemuan Rusia dan Arab Saudi diiringi reboundnya harga batubara setelah meredanya tensi perdagangan AS-China membuat trigger positif pada sektor pertambangan. Sentimen data ekonomi awal bulan juga membuat dorongan positif dimana Indeks kinerja Manufaktur stabil pada zona expansi dan Tingkat inflasi YoY pun stabil dikisaran 3%. Rupiah ditutup menguat 0.40% kelevel Rp14.244 per USD meskipun investor asing tercatat net sell 776.78 Miliar rupiah.
Bursa Eropa dibuka gap up mengikuti bursa di Asia. Indeks Eurostoxx (+2.14%), FTSE (+2.33%) dan DAX (+2.66%) menguat diatas 2 persen diawal pekan. Emiten pertambangan dan produsen mobil memimpin kenaikan di Eropa setelah China setuju untuk mengurangi dan menghapus tarif pada mobil buatan Amerika yang import. Mayoritas indeks manufaktur di Asia dan Eropa rilis diatas ekspektasi.
Ekuitas Asia ditutup mayoritas menguat diawal pekan. Indeks Nikkei (+1.00%), TOPIX (+1.30%), HangSeng (+2.55%) dan Shanghai (+2.78%) ditutup menguat signifikan. Tensi perang perdagangan antara AS-China mereda setelah gencatan senjata pada pertemuan G-20 diakhir pekan lalu.