INDUSTRY.co.id - 

Jakarta - Pergerakan positif masih terjadi pada sejumlah indeks saham Asia seiring masih bertahannya aksi beli pelaku pasar. Di sisi lain, pelaku pasar juga terlihat masih berharap akan adanya titik temu kesepakatan dagang antara Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping dalam pertemuan G-20 summit.

"Harapan ini pun turut sejalan dengan pernyataan salah satu petinggi pejabat negara AS yang menyampaikan masih adanya kesempatan dan kemungkinan AS-Tiongkok akan tercapai kesepakatan dagang," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Pergerakan bursa saham Eropa cenderung malju variatif seiring sikap pelaku pasar dalam menanggapi berbagai sentimen. Adapun sentimen dari rencana pertemuan antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Trump dalam pertemuan G-20 Summit yang akan membahas kelanjutan kerjasama perdagangan masih menjadi perhatian pasar. Harapan akan adanya kesepakatan yang dihasilkan memang ada namun, juga diikuti dengan rasa kekhawatiran akan kembali gagalnya kesepakatan tersebut. Terutama sebelumnya terdapat komentar Presiden Trump yang masih ingin mengenakan tarif tambahan atas barang ipor dari Tiongkok. Indeks pan-European Stoxx berbalik menguat tipis 0,04 persen dengan dorongan pada saham-saham teknologi dan sumberdaya. Di sisi lain, perkembangan dari kesepakatan Brexit juga menjadi perhatian setelah adanya kesepakatan antara Inggris dan Uni Eropa namun, di parlemen Inggris terdapat penolakan.

Adanya harapan akan tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok, yang diperkuat dengan pernyataan salah satu pejabat tinggi negara yang mengatakan AS akan membangun komunikasi dengan Tiongkok pada berbagai tingkat level dan terdapat kemungkinan yang baik kedua negara dapat mencapai kesepakatan memberikan sentimen positif bagi bursa saham AS.

"Di sisi lain, reaksi positif juga terjadi setelah merespon pernyataan Jerome Powell terkait arah suku bunga yang cenderung netral. Pernyataan ini diasumsikan The Fed tidak akan melakukan kenaikan suku bunga secara agresif, seperti yang diperkirakan sebelumnya," katanya.