INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak terkonsolidasi menguat tertahan dengan support 5960-6045. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ANTM, DOID, HRUM, PTBA, HOKI.
"IHSG secara teknikal bergerak terkonsolidasi pada resistance MA200. Indikasi masih cenderung positif selama IHSG berada dekat resistance MA200 dan berpeluang terus kembali mematahkan resistance dan melanjutkan pola wave 3. Indikator stochastic menjenuh pada area overbought dengan momentum RSI yang terlihat tertekan," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (29/11/2018).
IHSG (-0.37%) turun 22.34 poin kelevel 5991.25 ditengah optimisnya ekuitas Asia. Sektor Infrastruktur (-2.33%) dan Industri Dasar (-1.61%) dengan saham-saham telekomunikasi dan Produsen kertas terkoreksi. Saham TLKM (-4.12%) memimpin kontributor pelemahan IHSG dimana Pertumbuhan penjualan secara CAGR terendah lebih dari 5 tahun terakhir meskipun jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan penjualan perusahaan sejenis memimpin. Adanya perang tarif internet antar provider sedikit mengerus penjualan perusahaan telekomunikasi. Pergerakan Rupiah terpantau melemah 0.10% kelevel Rp14.529 per usd sehingga investor asing pun tercatat net sell 235.16 miliar rupiah.
Mayoritas indeks saham Asia ditutup optimis menguat sepersen. Indeks Nikkei (+1.02%), TOPIX (+0.58%), HangSeng (+1.33%) dan Shanghai (+1.33%) menguat seiring reboundnnya harga komoditas tambang dari Energy hingga logam. Pihak Trump membuka kesempatan kesepaktan dengan China tetapi siap untuk memberlakukan tarif lebih jika tidak menghasilkan kemajuan.
Indeks Eurostoxx (+0.30%), FTSE (+0.03%) dan DAX (+0.13%) dibuka kembali terkonsolidasi. Produsen tambang logam dan energi memimpin penguatan di Eropa menyusul sesi optimis disebagian besar bursa saham Asia. Harga minyak menguat menjelang pertemuan OPEC dengan agenda pemangkasan produksi. Sentimen selanjutnya investor masih mengamati pergerakan harga komditas tambang yang diperkirakan melanjutkan aksi rebound serta prospek pertemuan G-20.