INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5989-6002 dan Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 6038-6052. Secara tren, IHSG sedang mencoba mempertahankan tren kenaikannya sejak pekan sebelumnya meski juga dibarengi dengan adanya sentimen negatif dan aksi jual dari sebagian pelaku pasar.

"Penguatan Rupiah yang diasumsikan masih berlanjut dan bertahan positifnya sejumlah berita dari para emiten diharapkan dapat membantu IHSG untuk melanjutkan kenaikannya. Diharapkan aksi jual kembali turun agar IHSG tidak kembali berbalik turun. Tetap cermati sentimen yang ada dan mewaspadai potensi pelemahan kembali," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Ia sodorkan saham-saham pilihan:

BBRI Maintain buy selama dapat bertahan di atas 3500. Support 3480-3500 Resisten 3580-3600

BRPT Maintain buy selama dapat bertahan di atas 2040. Support 2020-2040 Resisten 2100-2120

ITMG Trading buy selama dapat bertahan di atas 19950. Support 19900-19950 Resisten 20375-20400

SCMA Trading buy selama bertahan di atas 1860. Support 1855-1860 Resisten 1900-1945

IPCC Trading buy selama bertahan di atas 1590. Support 1585-1590 Resisten 1615-1625

Laju IHSG berada di kisaran target resisten 6018-6032.

Sempat mengalami pelemahan di awal sesi seiring dengan aksi ambil untung dari pelaku pasar setelah memanfaatkan kenaikan di pekan sebelumnya namun, IHSG mampu kembali bangkit hingga akhir sesi ditutup di zona hijau. Sentimen dari variatifnya laju bursa saham Asia yang diikuti dengan pelemahan sejumlah harga komoditas, terutama harga kontrak batubara sehingga membuat sejumlah saham-saham batubara memberatkan jalannya IHSG. pelaku pasar pun cenderung bereaksi negatif terhadap sentimen tersebut.

kembali tercatatnya aksi beli investor asing yang juga diikuti dengan masih berlanjutnya apresiasi Rupiah membuat laju IHSG mampu berbalik menguat. Tidak hanya itu, adanya penilaian terkait potensi hilangnya penerimaan negara dari sektor pajak seiring dengan berbagai insentif pajak yang diberikan Pemerintah tidak menghalangi laju IHSG untuk berbalik menguat. Meski demikian, adanya keputusan pemerintah yang membebaskan biaya pungutan untuk ekspor CPO dan turunannya tidak serta merta membuat saham-saham CPO menguat dan bahkan kembali melanjutkan pelemahannya.