INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14585-14565. Pergerakan Rupiah yang mampu bergerak naik dengan memanfaatkan kondisi yang ada, dapat melawan perkiraan pelemahan sebelumnya. Peluang kenaikan Rupiah pun kembali terbuka.
Analisis Pasar Modal Reza Priyambada menyatakan apalagi dengan kembali melemahnya USD maka diharapkan Rupiah masih dapat mengambil kesempatan tersebut. Diharapkan sentimen dari dalam negeri bisa kembali positif untuk menahan pelemahan Rupiah. Salah satunya ialah optimisme pemerintah terkait pengelolaan anggaran yang akan dijaga dan berakhir dengan kinerja yang cukup baik.
"Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (23/11/2018).
Pasca melemah, laju Rupiah mampu kembali bertengger di zona hijaunya. Meski dari dalam negeri masih terdapat sejumlah sentimen negatif seperti yang telah di bahas sebelumnya namun, tidak menghalangi laju Rupiah untuk kembali menguat. Adanya imbas kenaikan EUR seperti yang diharapkan sebelumnya, dimanfaatkan Rupiah untuk kembali bergerak naik. Penguatan EUR seiring adanya persetujuan antara Inggris dan Uni Eropa terkait dengan Brexit. Meski demikian, ada pula sejumlah kalangan yang menilai penguatan EUR hanya sementara karena mempertimbangkan ECBs October Meeting Minutes yang akan memberikan indikasi arah kebijakan moneter ECB, terutama dalam membantu perbankan untuk menopang pertumbuhan ekonomi Zona Euro. Di sisi lain, pelemahan USD jelang libur Thanksgiving turut menopang penguatan Rupiah.