INDUSTRY.co.id -Jakarta - Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5965-5974 dan Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 6005-6021. Terbentuknya candle positif setelah spinning memberikan harapan akan adanya kenaikan lanjutan.

"Apalagi diikuti dengan kenaikan volume beli. Akan tetapi, kondisi ini harus pula diikuti dengan sentimen positif untuk membuat IHSG bertahan di zona hijaunya. Diharapkan laju Rupiah dan global dapat lebih positif untuk mendukung kenaikan tersebut. Diharapkan aksi jual kembali turun agar IHSG tidak melemah lagi. Tetap cermati sentimen yang ada dan mewaspadai potensi pelemahan kembali," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Ia sodorkan saham-saham pilihan:

IPCC Trading buy selama dapat bertahan di atas 1495. Support 1490-1495 Resisten 1525-1535

SMGR Trading buy selama dapat bertahan di atas 11725. Support 11600-11725 Resisten 11975-12125

ITMG BoW di kisaran 18875-19000. Support 19000-19450 Resisten 19900-20375

TLKM Trading buy selama bertahan di atas 3930. Support 3900-3930 Resisten 4010-4050

HMSP Trading buy selama bertahan di atas 3400. Support 3380-3400 Resisten 3500-3550

Laju IHSG berada di atas kisaran target support 5968-5980.

Pasca melemah, laju IHSG kembali mengalami kenaikan seiring meningkatnya aksi beli. Harapannya berkurangnya aksi jual tampaknya terwujud, terutama oleh investor asing yang kembali tercatat _nett buy_ dan imbas pergerakan Rupiah yang mampu berbalik menguat. Di sisi lain, adanya berita dari relaksasi aturan perpajakan untuk barang mewah, terutama untuk properti kelas atas disambut positif dimana saham-saham properti mengalami kenaikan yang diikuti dengan saham-saham keuangan seiring dengan dirilisnya penilaian Moody’s terhadap proyeksi kinerja perusahaan non-keuangan yang masih akan bertumbuh sehingga diasumsikan sektor keuangan juga akan ikut terkena imbas pertumbuhan tersebut.

Di sisi lain, masih melemahnya harga batubara membuat sejumlah saham batubara melemah. Meski dinilai hanya sentimen sesaat namun, pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk kembali masuk sehingga mampu mengangkat IHSG.