INDUSTRY.co.id - Purwokerto- Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sampai dengan Oktober 2018 telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp442,218 miliar.

Advertisement

"Realisasi untuk KUR ritel sebesar Rp46,389 juta, sedangkan realisasi penyaluran KUR mikro sebesar Rp395,829 miliar, sehingga totalnya sampai bulan Oktober 2018 mencapai Rp442,218 miliar," katanya Pemimpin Cabang BRI Purwokerto Sadmiadi di Purwokerto, Senin (19/11/2018)

Lebih lanjut, dia menjelaskan terdapat dua syarat utama dalam pengajuan kredit dengan pendekatan komersial, yakni bankable dan visibel.

Advertisement

Menurut dia, ada kelompok pengusaha yang baru pertama kali berusaha mengajukan kredit sehingga jika dilakukan dengan pendekatan komersial, tidak akan bisa memenuhi dua persyarakatan tersebut.

Dalam hal ini, kata dia, pendekatan untuk pengusaha yang baru pertama kali mengajukan kredit tersebut berupa subsidi.

Advertisement

Oleh karena itu, lanjut dia, BRI menyediakan kredit kemitraan bagi pengusaha tersebut dengan suku bunga sebesar 3 persen dan maksimum pinjaman sebesar Rp75 juta.

"Nasabah diajak belajar dulu, bagaimana mengelola keuangannya, bagaimana mengakses perbankan, dan bagaimana mengelola usahanya. Nah, setelah mereka belajar, mereka punya usaha yang visibel tapi belum bankable, mereka nanti ditawari dengan yang namanya KUR. KUR ada dua, yakni KUR mikro dan KUR kecil," katanya seperti dilansir Antara.

Advertisement

Ia mengatakan dalam KUR mikro, pinjamannya bisa mencapai Rp25 juta dengan suku bunga sebesar 7 persen dan dilayani BRI unit, sedangkan KUR kecil dilayani BRI cabang dengan besaran pinjaman Rp25 juta hingga Rp500 juta dengan suku bunga 7 persen.

Menurut dia, KUR mikro dapat diberikan tanpa adanya jaminan tambahan dan hanya dibutuhkan legalitas kependudukannya, surat izin yang dikeluarkan oleh kelurahan atau RT/RW, serta punya usaha.

"Persyaratannya gampang sekali karena KUR dikhususkan untuk masyarakat yang usahanya sudah berjalan tapi dia belum bankable. Kalau kredit kemitraan itu bagi masyarakat yang belum bankable dan belum visibel, jadi baru tahap belajar usaha, misalnya industri rumah tangga seperti membuat kue atau kerajinan," katanya.