INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Adanya sikap menahan diri dari pelaku pasar jelang pemilu pertengahan di AS membuat laju sejumlah indeks saham Asia cenderung tertahan. Di sisi lain, berita terkait dengan perkembangan negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok masih menjadi perhatian pelaku pasar.
"Tidak hanya itu, pelaku pasar juga masih mencermati sejumlah berita terkait kinerja maupun aksi korporasi sejumlah emiten hingga pergerakan harga minyak mentah yang masih mengalami penurunan seiring dengan pengenaan sanksi yang dikenakan kepada Iran," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (8/11/2018).
Kondisi berbeda kembali terlihat pada bursa saham Eropa yang pergerakannya mampu kembali melanjutkan kenaikan. Sentimen dari adanya pemilu pertengahan di AS dimana menurut survey, Partai Demokrat akan memenangi Pemilu tersebut berimbas pada meningkatnya apresiasi pelaku pasar. Indeks pan-European Stoxx meningkat 1,03 persen dimana kali ini mendapat dukungan dari kenaikan sejumlah emiten terutama dari sektor perbankan, ritel, hingga konstruksi. Tidak hanya itu, adanya sejumlah berita positif dari emiten juga turut mengangkat sektor-sektor tersebut a.l berita dimana perbankan Spanyol tidak diharuskan membayar denda mortgage oleh pengadilan; dan rilis kinerja keuangan emiten Delivery Hero yang meningkat di atas perkiraan.
Hasil sementara pemilu pertengahan AS yang sesuai dengan harapan dimana mayoritas Partai Demokrat memenangi pemilu tersebut, terutama pada sejumlah wilayah membuat laju bursa saham AS mampu bergerak positif. Di sisi lain, pernyataan Presiden Trump yang memberikan indikasi akan kerjasamanya dengan Partai Demokrat untuk membangun ekonomi AS turut mendapat apresiasi positif. Seperti diketahui, Presiden Trump merupakan pendukung Partai Republik. Saham-saham berkapitalisasi besar a.l Goldman Sacsc, Caterpillars, Amazon, dan lainnya turut mendukung kenaikan indeks saham AS.