INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.610-14.562. Pergerakan Rupiah yang kembali melanjutkan kenaikan diharapkan masih dapat bertahan seiring masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri yang juga diikuti oleh meredanya permintaan akan USD seiring dengan hasil pemilu pertengahan AS dimana Partai Demokrat menguasai DPR dan Partai Republik menguasai Senat.
"Dengan kondisi tersebut pergerakan Rupiah seharusnya kembali berkesempatan untuk menguat dengan memanfaatkan pelemahan USD. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," ujar analis pasar modal Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (8/11/2018).
Membaiknya sejumlah data ekonomi dimana kali ini dari perkiraan membaiknya cadangan devisa memberikan sentimen positif pada pergerakan Rupiah. Tidak hanya itu, adanya imbas dari pembatasan import dan mulai diberlakukannya transaksi _Non-Deliverable Forward_ dimana pelaku usaha dapat melakukan transaksi _forward_ dengan mekanisme _fixing_ (tanpa pemindahan dana pokok) yang dilakukan di pasar domestik turut membantu terapresiasinya Rupiah. Di sisi lain, kenaikan tersebut juga dipengaruhi menurunnya laju USD jelang pemilu pertengahan AS.
Adanya harapan sekaligus perkiraan Partai Demokrat akan memenangi pemilu tersebut membuat permintaan atas aset _safe haven_ yang diantaranya USD berkurang sehingga berimbas pada pelemahan USD. Tentunya kondisi ini memberikan kesempatan pada Rupiah untuk dapat bergerak positif.