INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.965-14.935. Masih adanya sentimen positif dari dalam negeri diharapkan dapat bertahan untuk membuat laju Rupiah kembali mengalami kenaikan.

"Meski diperkirakan masih adanya peluang kenaikan namun, juga diwaspadai potensi terapresiasinya USD seiring dengan telah dirilisnya data ketenagakerjaan AS yang mengalami kenaikan," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Dengan adanya kenaikan tersebut dimungkinkan juga akan menghambat peluang kenaikan Rupiah. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah.

Laju Rupiah mampu kembali mengalami kenaikan. Setelah sebelumnya adanya rilis inflasi yang dianggap stabil memberikan sentimen positif pada Rupiah, kali ini Rupiah juga mendapat sentimen positif dari dalam negeri dimana Bank Indonesia menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia masih solid dan telah menyiapkan sejumlah antisipasi untuk menghadapi gejolak ekonomi global. BI meresponnya dengan memperkuat bauran kebijakan moneter, makro prudensial, dan sistem pembayaran. Kenaikan Rupiah ini terjadi di tengah merosotnya harga minyak setelah AS dinilai mencabut sanksi minyak Iran. Imbas lainnya, membuat nilai tukar USD menguat. Selain itu, penguatan USD juga didukung meningkatnya data ketenagakerjaan AS.