INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pada tahun ini, Vivo secara resmi meluncurkan penelitian dan pengembangan purwarupa atau prototype pengujian sinyal 5G, dan berhasil menyelesaikan 5G First Call pada Agustus tahun ini.
Keberhasilan ini menjadi tonggak awal vivo dalam menyelesaikan pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak smartphone 5G untuk keperluan komersial. Berdasarkan hasil positif ini, vivo berencana untuk menampilkan aplikasi berkemampuan 5G di terminal seluler pada bulan Desember 2018.
Vivo telah membuat beberapa kontribusi penting sehubungan dengan standardisasi karakteristik terminal 5G, seperti halnya yang berkaitan dengan interferensi, penghematan konsumsi daya, multi-antena 5G, latensi rendah dan keandalan, desain protokol tingkat tinggi, desain protokol lapisan fisik, dan karakteristik terminal lainnya.
Selain itu, vivo juga menjalin kerja sama erat dengan para mitra utama untuk mendorong pengembangan teknologi 5G lebih lanjut untuk menyongsong era telekomunikasi Generasi Kelima (5G).
Untuk era 5G mendatang, vivo melihat konsumen sebagai inti dari ekosistem industri ponsel cerdas dan terus sebagai elemen kunci dalam menentukan pertumbuhan smartphone 5G.
“Kami percaya pembuatan ponsel pintar juga akan mengalami evolusi, yang awalnya hanya menyediakan fungsi dasar, kini disokong dengan berbagai fitur-fitur cerdas. Kehadiran teknologi ini akan memastikan permintaan konsumen terhadap intelligent phones di masa depan akan terpenuhi. Pengembangan 5G dan AI akan menjadi pendorong utama untuk banyak skenario dan aplikasi baru,” papar Zhou Wei,Vice President of Vivo & Head of Vivo Artificial Intelligence Global Research Institute melaui keterangan tertulis yang diterima INDUSTRY.co.id, Jumat (2/11/2018).
Di Indonesia, salah satu operator seluler telah menguji coba jaringan internet 5G untuk umum, untuk mendukung program Making Indonesia 4.0 yang merupakan roadmap berbagai pemangku kepentingan yang terintegrasi dalam memasuki era Industry 4.0. Industri ini membutuhkan teknologi koneksi nirkabel dengan latensi yang kecil, sesuai dengan koneksi nirkabel 5G yang memiliki latensi di bawah 1 ms.
Di sisi lain, sejumlah produsen smartphone global termasuk vivo juga telah siap untuk mendukung konektivitas 5G secepatnya. Apalagi pabrikan prosesor Qualcomm pun telah siap dalam pembuatan teknologi jaringan 5G melalui chipsetnya yang bernama Snapdragon X50.
Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation PT Vivo Mobile Indonesia mengungkapkan, Vivo Indonesia sangat antusias menyambut pengembangan Intelligent Phones sebagai bagian dari implementasi teknologi 5G. Kolaborasi 5G dengan kecerdasan buatan atau AI membuka banyak kesempatan baru untuk mobile experience yang semakin maksimal bagi konsumen vivo.
"Dengan komitmen dalam pengembangan 5G sejak tahun 2016, kami tentu berharap vivo dapat menjadi salah satu pendukung utama kehadiran teknologi 5G di Indonesia dalam waktu dekat," ungkapnya.