INDUSTRY.co.id, Jakarta - Perusahaan pembiayaan otomotif, Astra Credit Companies memasuki tahun ke-35 tahun. Untuk memperkuat lini bisnisnya, ACC mulai mengembangkan pembiayaan disektor multiguna. Dari target porsi pembiayaan Rp 27,5 triliun ditahun ini.

“Tahun lalu, untuk pembiayaan properti outstandingnya Rp 700 miliar. Kami bekerja sama dengan beberapa pengembang seperti Summarecon dan Pakuwon,” kata Chief Executive ACC, Jodjana Jody di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Dari pencapaian pembiayaan Rp27,5 triliun pada 2016 lalu, kata dia, 90 persen diantaranya adalah untuk pembiayaan otomotif, yaitu 72 persen untuk kendaraan baru, dan 18 persen untuk kendaraan bekas.

Pembiayaan kendaraan bekas sempat mencapai 25 persen, namun diturunkan karena resikonya besar.

Sedangkan 10 persen pembiayaan lainnya adalah diperuntukkan bagi pembiayaan non otomotif atau multiguna, seperti properti, edukasi, dan wisata. “Adapun tingkat NPL (Non Perfomance Loan) pembiayaan ACC sekitar 0,6 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 0,5 persen,” jelas dia

Ia menambahkan, tahun jni, ACC berencana menambah 5-6 kantor cabang baru setelah sebelumnya menjalankan 72 kantor cabang.

Lokasi kantor cabang baru itu belum ditentukan. ACC juga akan menggiatkan layanam fintech melalui aplikasi ACC Yess yang per Januari sudah diunduh oleh sekitar 3.000 pengguna.