INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Diperkirakan IHSG masih akan bergerak menguat dengan support resistance 5783-5885.
"Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ANTM, ASII, BBRI, INCO, INDY, PGAS, PTBA, SMGR, ELSA, BBTN, ADHI," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Kamis (1/11/2018).
IHSG (+0.73%) menguat sebesar 45.55 poin kelevel 5831.65 setelah sempat melemah hingga 5769.54 pada tengah sesi. Indeks Sektor pertanian (+2.23%) memimpin penguatan setelah pemerintah berencana memberikan tax holiday kepada produsen biofule sebagi dukungan pengembangan industri biofule di Indonesia. Saham AALI (+4.58%) dan LSIP (+3.20%) memimpin kontribusi terbesar di sektor pertanian. Tingginya indikasi yield dividen AALI dibandingkan dengan perusahaan sejenis pada level 3.6% berbanding 2.5% menjadi indikator investor. Rupiah terapresiasi 0.14% kelevel Rp15.203 membuat investor asing tercatat net buy cukup signifikan sebesar 1.53 Triliun rupiah. Yield obligasi 10 tahunan turun 7.3bps kelevel 8.55%
Mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat. Indeks Nikkei (+2.16%), TOPIX (+2.15%), HangSeng (+1.60%), Shanghai (+1.40%) dan KOSPI (+0.74%) menguat optimis. Pelemahan Yen menjadi trigger penguatan ekuitas di Jepang setelah Bank of Japan membiarkan stimulus moneternya tidak berubah dan mempertahankan target imbal hasil obligasi 10-tahun sekitar nol persen karena memperbarui perkiraan harga yang mengkonfirmasi tidak akan memenuhi target inflasi untuk tahun-tahun mendatang. Pemerintah China berwenang mengambil langkah untuk memerangi taruhan terhadap yuan, yang bertahan di dekat level terlemah dalam satu dekade terhadap greenback.
Bursa Eropa dibuka optimis mengikuti bursa Asia dan AS dengan pergerakan gap up. Indeks Eurostoxx (+1.45%), FTSE (+1.48%), DAX (+1.23%) dan CAC (+2.09%) menguat lebih dari sepersen. Penguatan indeks saham di Eropa rata-rata tercatat penguatan tertinggi lebih dari 2 minggu. Tingkat pertumbuhan inflasi di zona Eropa naik diatas ekpektasi dengan inflasi inti YoY 1.1% dan Inflasi keseluruhan 2.2%. Sentimen selanjutnya diawal bulan November 2018 Investor akan difokuskan pada data indeks kinerja sektor manufaktur di Asia dan AS serta implikasi tingkat pekerja di AS pada pertumbuhan ekonomi.
IHSG bergerak tepat pada area resistance bearish trend secara teknikal setelah berhasil break out resistance MA20 dikisaran level 5783. Target terdekat selanjutnya berada pada level resistance MA50 dilevel 5860 hingga upper bollinger bands dilevel 5885.