INDUSTRY.co.id - Jakarta - Perkembangan teknologi digital telah menjadi tantangan tersendiri bagi dunia bisnis, khususnya bisnis ritel di tanah air. Hal Ini juga berpengaruh terhadap perilaku konsumen dalam berbelanja sehingga pelaku bisnis dituntut lebih kreatif dalam mengembangkan bisnis mengikuti perkembangan jaman yang ada.

"Ini adalah sebuah tren atau sebuah fenomena yang tidak bisa dielakan lagi, karena tren perkembangan dunia mengarah ke digital. Jadi apkah dia UMKM atau industrial yang sudah establish itu tetap akan mengalami era digital tersebut." kata Wakil Ketua Umum Bidang Penelitian dan Standardisasi Indonesia E-Commerce, Sofian Lusa pada IndoSterling Forum di Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Sofian mengungkapkan, untuk menyikapinya hal yang harus dirubah adalah pola pikir saja. " Mindsetnya yang perlu dirubah, jangan sampai kita nanti tetap berpatokan yang namanya jualan itu kita harus ketemu orang," katanya.

Menurutnya, pelaku bisnis harus bisa memanfaatkan teknologi dari internet untuk membaca tren behavior perilaku costumer, sehingga dapat memberikan produk yang tepat bagi costumer.

"Kita bisa memanfaatkan dari internet ini dengan membaca tren behavior perilaku dari customer seperti apa, nah dari situ kita bisa mulai tawarkan Wakil Ketua Umum Bidang Penelitian dan Standardisasi Indonesia E-Commerce, Sofian Lusa,  kita. Jadi mindset yg perlu dirubah untuk mengatasi itu." ungkapnya.

Sofian menegaskan, jika pelaku bisnis tidak mau mengikuti perkembangan teknologi yang ada, maka dikhawatirkan akan tergerus atau tertinggal oleh kompetitor yang mengikuti tren tersebut.

"Kalau mereka tidak mengikuti perkembangan ini, kalau Ada kompetitor yang mengikuti online maka dia akan tergerus," ungkap Sofian.

Teknologi itu, lanjut Sofian, bisa membuat suatu model bisnis yang baru, atau dia bisa medefine sesuatu yang sudah ada, atau tetap mempertahankan tapi dengan bentuk yang berbeda, atau teknologi membuat bisnis menjadi eksis keluar.

"Jadi ritel ini menurut saya harus mengadopsi secara bijak, artinya promosi secara online itu harus mulai dilakukan, bagaimana dia bisa mempromot mencoba untuk menjual di marketplace," kata Sofian.

Sementara, menyikapi fenomena perkembangan digital yang semakin masif, Vice President Corporate Communication Transmart Carrefour, Satria Hamid melihatnya sebagai evolusi industri ritel, sehingga may tidka may pelaku bisnis harus mengikuti perkembangan jaman jika tidak ingin tergerus dengan yang lain

"Kita Kan tantanganya ada di offline, bagaimana caranya yang offline itu tetap bisa mempunyai cirikhasnya, bagimana offline itu menjadi destinasi keluarga Indonesia untuk berbelanja disana," kata Satria.

"Ini tidak mudah, tapi inilah yang kita sedang inisiasikan dan kita formulasikan untuk terus kita tetap menjadi pilihan. Disisi lain Kita juga memanfaatkan digitalisasi untuk kita bersarana promosi," tambahnya

Hal tersebut, kata Satria,  is lakukan untuk bisa mempertahankan pasar dan menjaring konsumen baru. "Sebagian Besar Kita masih di bisnis offline tetapi Kita secara gradually sedang menyiapkan juga yang online, komposisinya masih 90%  offline," ungkapnya.