INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Berbalik menguatnya laju sejumlah indeks saham Tiongkok berimbas positif pada laju indeks saham Asia lainnya. Ditengah adanya imbas pelemahan bursa saham AS seiring dengan rencana pemerintahan AS yang akan kembali mengenakan tarif impor terhadap sejumlah barang impor dari Tiongkok, laju indeks saham Asia cenderung mampu kembali menghijau.

"Sentimen positif datang dari otoritas pasar Tiongkok yang akan memperbaiki likuiditas pasar untuk menarik minat investor untuk bertransaksi dan berinvestasi di pasar saham Tiongkok," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (31/10/2018)

Di sisi lain, juga akan dikeluarkan sejumlah aturan tertentu untuk menghilangkan hambatan di pasar modal maupun pasar keuangan Tiongkok.

Pasca menguat, laju bursa saham Eropa kembali mengalami pelemahan seiring dengan anstisipasi pelaku pasar terhadap sejumlah sentimen, diantaranya rilis kinerja keuangan sejumlah emiten hingga kekhawatiran akan meningkatnya perang dagang AS dan Tiongkok seiring dengan rencana pemerintah AS yang akan kembali mengenakan tarif impornya terhadap sejumlah barang impor dari Tiongkok. Indeks pan-European Stoxx cenderung bergerak mendatar. Rilis kinerja Lufthansa yang di bawah perkiraan membuat sejumlah saham perjalanan dan penerbangan mengalami penurunan.

Namun demikian, adanya kenaikan pada saham-saham migas yang dimotori saham BP setelah kinerjanya meningkat karena terimbas kenaikan harga minyak mentah dunia belum cukup mampu mengangkat bursa saham Eropa kembali ke zona hijau.