INDUSTRY.co.id - Jakarta- Pemerintah Jepang mengharapkan kelancaran proyek pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT) yang akan masuk tahap II dapat mendongkrak iklim investasi di Indonesia yang selama ini masih terhambat kelancaran logistik karena kemacetan lalu lintas.
"Saat ini, arus logistik wilayah Jakarta masih tergantung pada kondisi jalan yang memiliki masalah serius pada kemacetan lalu lintas sehingga minat investor berkurang, selain itu banyaknya kendaraan bermotor juga menyebabkan peningkatan polusi udara," kata Konselor Bidang ekonomi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Shigemi Ando dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/10/2018)
Pada hari yang sama, pemerintah Indonesia dan Jepang telah menandatangani nota pinjaman senilai maksimal 70,210 miliar yen atau bernilai sekitar Rp10 triliun untuk pembangunan jalur MRT tahap II sepanjang 8 km.
Jalur tersebut akan menghubungkan Koridor Selatan-Utara MRT dari Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, ke ke Kampung Bandan, Jakarta Utara, yang meliputi 7 km jalur bawah tanah dan 1 km jalur layang.
"Investasi ini akan mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk mengubah ketergantungan masyarakat Jakarta terhadap pemakaian kendaraan pribadi ke transportasi umum, yang pada akhirnya mengatasi kemacetan, mengurangi polusi udara dan memperbaiki iklim investasi Indonesia," kata Ando.
Berdasarkan studi Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA), sekitar 91 persen logistik kargo dan penumpang bergantung pada kondisi lalu lintas jalan. Sementara itu, jumlah kendaraan bermotor pribadi meningkat karena pertumbuhan ekonomi yang tidak diiringi perbaikan transportasi publik.
Studi JICA menunjukkan bahwa pada 2016, jumlah kendaraan yang terdaftar di DKI Jakarta mencapai 18 juta unit, dan pada 2020, Jakarta akan macet total jika infrastruktur transportasi tidak segera dibenahi.
Akibatnya, diperkirakan kerugian ekonomi karena kemacetan mencapai 1.49 miliar dolar AS atau sekitar Rp13 triliun per tahun, yang juga meliputi kerugian imaterial seperti kehilangan waktu dan dampak buruk polusi udara bagi kesehatan.
Pembangunan jalur MRT tahap II akan segera dimulai setelah tahap I dari Lebak Bulus, Jakarta Selatan, ke Bundaran HI, sepanjang 16 km diresmikan selesai pada Desember 2018, sedangkan keseluruhan fasilitas MRT dari Lebak Bulus-Bundaran HI-Kampung Bandan akan berfungsi optimal pada 2027. (Ant)