INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Pergerakan bursa saham Asia cenderung melemah setelah sehari sebelumnya menguat seiring imbas penguatan pasar saham Tiongkok. Pelaku pasar memanfaatkan kenaikan sebelumnya untuk kembali ambil untung.
Analis Pasar Modal Reza Priyambada menilai adanya penilaian bahwa dikeluarkannya kebijakan untuk membantu penguatan pasar keuangan oleh otoritas pasar Tiongkok justru memperlihatkan adanya pelemahan memicu adanya aksi jual kembali.
"Di sisi lain, perkiraan masih adanya potensi kenaikan USD seiring dengan kebijakan pengetatan moneter The Fed yang belum berubah turut memberikan sentimen negatif," katanya di Jakarta, Rabu (24/10/2018).
Pergerakan bursa saham Eropa cenderung mengikuti laju bursa saham Asia yang mengalami penurunan. Akibatnya laju bursa saham Eropa kembali melanjutkan pelemahan. Sentimen yang terjadi tidak jauh berbeda dengan sebelumnya dimana pelaku pasar masih memperhatikan kemajuan pembahasan anggaran Italia untuk menyelamatkan keuangan negara tersebut, kesepakatan Brexit, hingga permasalahan investigasi atas kasus Kashogi yang dikhawatirkan akan meningkatkan tensi geopolitik. Indeks pan European Stoxx 600 melemah 1,1 persen dengan tekanan pada saham-saham teknologi.
Adanya rilis kinerja dari emiten Caterpillar dan 3M yang dianggap di bawah ekspektasi membawa laju bursa saham AS kembali melanjutkan pelemahannya. Di sisi lain, meski juga diimbangi dengan kenaikan saham McDonalds, P&G, dan Coca Cola namun, tidak cukup membantu laju sejumlah indeks bursa saham AS berbalik menguat. Pelaku pasar menilai, pelemahan kinerja tersebut dinilai akibat dari imbas perang dagang yang terjadi antara AS dan Tiongkok sehingga membuat penjualan keduanya mengalami penurunan.