INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang masih mengalami peningkatan cenderung memberikan imbas negatif pada pergerakan obligasi dalam negeri dimana aksi jual diperkirakan dapat kembali terjadi.

Analis Pasar Modal Reza Priyambada mengatakan, tidak jauh berbeda dengan sebelumnya dimana diperkirakan kondisi ini masih dimungkinkan kembali terjadi seiring dengan masih adanya kekahwatiran meningkatnya suku bunga The Fed yang diikuti juga dengan perkiraan membaiknya sektor ketenagakerjaan AS.

"Tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," katanya di Jakarta, Rabu (17/10/2018).

Kenaikan tipis Rupiah nampaknya belum banyak memberikan imbas positif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri. Pelaku pasar terlihat masih melakukan aksi jualnya seiring masih meningkatnya pergerakan imbal hasil obligasi AS. Adanya perkiraan kenaikan lapangan pekerjaan AS berimbas pada meningkatnya imbal hasil obligasi AS. Meski demkian, aksi jual mulai lebih berkurang dibandingkan sebelumnya seiring dengan adanya lelang SBSN. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 4,79 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 6,33 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 5,36 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak variatif melemah. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 89,19% memiliki imbal hasil 8,522% atau turun 0,002 bps dari sebelumnya di harga 89,18% memiliki imbal hasil 8,52%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 85,29% memiliki imbal hasil 9,12% atau turun 0,01 bps dari sehari sebelumnya di harga 85,22% memiliki imbal hasil 9,13%.

Pada Selasa (16/10), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,28 bps di level 104,12 dari sebelumnya di level 105,41. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,17 bps di level 102,61 dari sebelumnya di level 102,79. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,95% dari sebelumnya di level 8,97% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,16% dari sebelumnya di level 3,18% sehingga spread di level kisaran 579,1 bps lebih rendah dari sebelumnya 579,2 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung variatif naik. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 10,65%-10,70%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,05%-11,06%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 12,15%-12,25%, dan pada rating BBB di kisaran 14,98%-15,02%.