INDUSTRY.co.id

-

Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligasi AS yang cenderung meningkat masih menjadi penghalang pergerakan pasar obligasi dalam negeri untuk bergerak naik. Pelaku pasar pun akan cenderung membatasi transaksi. Adanya perkiraan akan kenaikan suku bunga The Fed setelah dirilisnya sejumlah data-data ekonomi AS membuat pasar obligasi cenderung berkurang pergerakannya.

"Diharapkan pelemahan dapat lebih terbatas untuk menahan penurunan lebih lanjut. Tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (9/10/2018).

Masih melemahnya laju Rupiah yang diikuti dengan meningkatnya imbal hasil obligasi AS karena sentimen internal serta peningkatan imbal hasil obligasi Eropa seiring dengan masalah internal di Italia membuat pasar obligasi dalam negeri kembali mengalami pelemahan. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 6,44 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 6,20 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 6,46 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak variatif. Meski melemah namun, sejumlah obligasi acuan mampu bertahan positif. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 90,35% memiliki imbal hasil 8,18% atau naik 0,14 bps dari sebelumnya di harga 90,83% memiliki imbal hasil 8,04%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 87,31% memiliki imbal hasil 8,88% atau naik 0,09 bps dari sehari sebelumnya di harga 88,08% memiliki imbal hasil 8,78%.

Pada Senin (8/10), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,53 bps di level 106,40 dari sebelumnya di level 106,96. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,21 bps di level 103,59 dari sebelumnya di level 103,80. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,44% dari sebelumnya di level 8,43% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,23% dari sebelumnya di level 3,24% sehingga spread di level kisaran 520,3 bps lebih tinggi dari sebelumnya 519,4 bps.

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung variatif meningkat. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 10,03%-10,05%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,88%-10,91%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,95%-11,98%, dan pada rating BBB di kisaran 14,35%-14,55%.