INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Secara teknikal IHSG mengalami teknikal rebound setelah mengalami minggu kelam. Indikator Stochastic membentuk pola golden-cross dengan Momentum RSI yang masih berada diatas oversold. Pola candlestick pun menyerupai pola bullish engulfing namun kondisi pergerakan masih setengah dari trend pelemahan sebelumnya. "Sehingga membuat terbatasnya peluang penguatan lanjutan dengan kecenderungan melemah pada perdagangan selanjutnya pada range pergerakan 5706-5798," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (9/10/2018). Saham-saham yang masih mendapat perhatian diantaranya ANTM, BBCA, BBNI, BBRI, BDMN, INTP, JPFA, KLBF, UNVR. IHSG (+0.51%) ditutup menguat mengalami teknikal rebound 29.14 poin kelevel 5761.07 setelah pada pekan sebelumnya terjadi sell off cukup signifikan. Indeks Sektor Konsumer (+2.13%) menjadi penopang penguatan dengan saham UNVR (+3.57%) dan HMSP (+2.67%) memimpin pergerakan optimis diawal pekan. Data Penjualan ritel diperkirakan Naik 3.1% dari 2.9% lebih cepat meningkatkan spekulasi pada pertumbuhan kepercayaan konsumen yang masih cukup cerah. Meskipun demikian investor asing masih melakukan sell off melihat kekhawatiran pada pergerakan bursa saham di Asia yang melanjutkan minggu kelamnya seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap USD yang longsor hampir setengah persen hingga menyentuh level Rp15254 per USD. Investor asing tercatat net sell 900.22 Miliar rupiah. Bursa Eropa dibuka mayoritas melemah. Indeks Eurostoxx (-0.63%), FTSE (-0.33%), DAX (-0.63%) dan CAC (-0.65%) dibuka pada zona negatif lebih dari setengah persen. Perusahaan teknologi dan produsen mobil memimpin pelemahan seiring tergelincirnya saham berjangka AS. Imbal hasil obligasi 10 tahunan di Italia naik kelevel tertinggi empat tahun terakhir karena pemerintah italia menolak untuk tunduk pada kritik rencana defisit anggaran. Data indeks kepercayaan konsumen di Eropa menyusut lebih rendah dari ekspektasi dilevel 11.4 dari 12.0 pada periode sebelumnya. Selanjutnya Investor akan terfokus pada aktifitas perdagangan export import di German.