INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak mencoba rebound dengan support resistance pergerakan 5740-5820. Saham-saham yang mulai dapat dicermati diantaranya BBNI, BMRI, JPFA, LSIP, BRPT, NIKL, PTRO, UNVR.
Secara teknikal IHSG bergerak menutup gap dan melemah signifikan. Indikator stochastic yang bergerak bearish mulai mencapai level oversold dengan momentum RSI yang tertekan signifikan.
"Trend pergerakan IHSG secara trend masih cukup bearish hingga support 5660 meskipun demikian potensi teknikal rebound jangka pendek memiliki peluang jika melihat pergerakan psikologis pola sebelumnya," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Jumat (5/10/2018).
IHSG (-1.89%) ditutup turun cukup signifikan 111.12 poin kelevel 5756.62 dengan sektor Industri Dasar (-3.45%) memimpin pelemahan indeks sektoral. Investor asing tercatat net sell 1.16 Triliun rupiah yang merupakan aksi jual investor asing terbesar sejak Februari tahun ini. Depresiasi rupiah hingga 0,7% kelevel 15.179 menjadi faktor utama. Ditambang dipotongnnya proyeksi GDP 2019 oleh World Bank sebesar 10bps kelevel 5.2% dari 5.3% menjadi sentimen negatif tingkat kepercayaan investor.
Bursa Eropa dibuka terjatuh dengan Indeks Eurostoxx (-0.57%), FTSE (-1.01%) dan DAX (-0.27%) dibuka pada zona negatif yang cukup pesimis. Data perkiraan payroll dan sektor jasa di AS yang expansif seakan menegaskan kembali kepercayaan investor dalam trend pertumbuhan ekonomi AS. Sentimen selanjutnya diakhir pekan Investor akan menanti data cadangan devisa dan refleksi tingkat kepercayaan konsumen di dalam negeri. Dimana tingkat kepercayaan konsumen diperkirakan lebih tinggi sedangkan cadangan devisa stabil di level $177 Miliar cukup mampu menjadi alasan investor melakukan aksi beli diakhir pekan memanfaatkan teknikal rebound setelah melemah 2%.