INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kembali munculnya kekhawatiran akan perang dagang antara Tiongkok dan AS membuat sejumlah indeks saham Asia berbalik melemah. Pelemahan turut dimotori oleh penurunan indeks ASX setelah pernyataan dari Komisi Persaingan Usaha Australia terkait kemungkinan adanya kenaikan harga karena adanya kompetisi harga sebagai imbas dari pertukaran mata uang.

"Kospi turut melemah dengan adanya imbas kekhawatiran perang dagang AS dan Tiongkok yang belum juga selesai. Hingga Hang Seng dibuka melemah pasca libur namun, sejumlah indeks saham Tiongkok lainnya masih tutup. Sementara itu, Nikkei bertahan positif," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Ia bilang, pelemahan juga dirasakan oleh sejumlah bursa saham Eropa seiring dengan kembalinya aksi jual dengan memanfaatkan kenaikan sebelumnya. Sentimen dari belum tuntasnya perang dagang antara AS dan Tiongkok memberikan imbas negatif. Ditambah pula dengan dengan pergolakan politik di Itali setelah pemerintahnya menetapkan defisit anggaran yang melebihi perkiraan. Indeks pan-European Stoxx600 melemah 0,54 persen dengan pergerakan negatif sejumlah sektor terutama sektor keuangan setelah terimbas gejolak politik di Italia. Di sisi lain, sektor sumber daya mampu bergerak positif dengan adanya imbas kenaikan logam.

Menurutnya, berbeda dengan laju bursa saham Asia dan Eropa yang melemah, pada bursa saham AS pergerakannya cenderung positif. Adanya berita positif pada sejumlah emiten dapat mengimbangi sentimen negatif tersebut. Kenaikan dimotori oleh Intel dan Boeing. Adanya aksi beli turut didukung oleh sentimen tercapainya kesepakatan antara AS dan Kanada, menyusul dengan Meksiko.

"Akan tetapi, pelemahan sejumlah saham-saham teknologi membawa indeks Nasdaq dan S&P melemah tipis," katanya.