INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah dengan support resistance 5874-5982. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya BBNI, BBRI, EXCL, HRUM, INDY, JPFA, LSIP, WSKT, WIKA, ELSA, TRAM.
"Secara teknikal IHSG membentuk pola bearish homing pigeon yang merupakan pola reversal dengan indikasi pulled back upper bollinger bands dan Bearish trend line sehingga memicu pelemahan lebih lanjut menguji MA20 sebagai support terdekat," ujar analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Selasa (2/10/2018).
Ia katakan, indikator Stochastic terlihat tertahan dengan pola pergerakan yang telah mencapai area overbought dan Indikator RSI yang lebih lambat terlihat mendatar pada area middle memberikan signal akselerasi momentum IHSG tidak cukup kuat untuk menguji level psikologis dalam jangka pendek.
IHSG (-0.53%) terkoreksi diawal bulan Oktober dengan ditutup melemah 31.95 poin kelevel 5944.60. Sektor Industry dasar (-2.05%) dan Pertanian (-1.61%) menjadi penekan hingga akhir sesi. Aksi jual investor terhadap saham-saham produsen semen dan CPO menjadi faktor utama. Saham INTP (-4.73%) dan SMGR (-3.21%) menjadi laggard pelemahan IHSG pada sektor Industry dasar. Investor asing tercatat net buy 377.84 miliar rupiah diawal pekan. Rilisnya data inflasi YoY Indonesia bulan september 2.88% lebih rendah dari ekspektasi yang merupakan inflasi terendah selama 2 tahun terakhir dan Inflasi bulanan Indonesia tercatat deflasi tertinggi sejak 2 tahun terakhir di level 0.18% tidak mampu menjadi pendorong penguatan IHSG.
Indeks Eurostoxx (+0.58%), FTSE (+0.10%) dan DAX (+0.70%) dibuka menguat optimis diatas setengah persen diawal pekan. Asset haven yang melemah termasuk Yen diawal bulan menjadi pendorong utama mata uang EURO meskipun ECB telah memangkas pembelian obligasi bulanan menjadi 15 miliar euro ($ 17 miliar) dari bulan ini. Euro tetap melayang setelah pertumbuhan output pabrik di kawasan eropa merosot ke laju terlemah dalam dua tahun. Sentimen selanjutnya yang mungkin akan mempengaruhi diantaranya hasil konferensi tahunan kedua PBB yang akan berlangsung awal oktober dan beberapa keputusan bank sentral.
Diawal bulan Indeks HangSeng dan CSI ditutup karena libur golden week hingga 7 Oktober 2018 sehingga volume perdagangan cukup tipis hingga satu minggu kedepan. Indeks Nikkei (+0.52%) dan TOPIX (+0.04%) ditutup menguat terbatas yang merupakan level tertinggi hampir 27 tahun sedangkan KOSPI (-0.18%) ditutup pada zona negatif. Minyak sedikit lebih tinggi karena kekhawatiran atas perlambatan pengeboran AS.