INDUSTRY.co.id - Jakarta, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyatakan prihatin atas peristiwa Gempa Bumi dan Tsunami di Palu & Donggala serta menyampaikan rasa dukacita sedalamnya kepada keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya.

Advertisement

Dampak peristiwa ini mengakibatkan kerugaian materiil dan non materiil yang sangat besar. 

Aprindo mencatat kerugian sekitar 450 Miliar yang dialami oleh anggota-anggota Aprindo yang memiliki gerai Toko Modern antara lain, Ramayana, Matahari, Hypermart, Alfamidi, dan lainnya di Poso, Palu & Donggala, Sulawesi Tengah. 

Advertisement

Kerugian ini meliputi kerusakan bangunan, display barang dagangan dan stock barang di gudang serta sedikitnya 5 orang korban jiwa dari para penjaga (crew) toko akibat musibah tersebut. 

Ketua Umum DPP Aprindo Roy N. Mandey mengatakan, sampai saat ini gerai ritel Aprindo yang berada di Palu dan Donggala masih belum beroperasi dikarenakan masih dalam proses konsolidasi dan pendataan.

Advertisement

"Semoga dalam waktu singkat dapat segera beroperasi kembali untuk melayani kebutuhan masyarakat," ungkap Roy melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, akhir pekan lalu. 

Roy menyayangkan pernyataan sikap Pemerintah melalui Menteri Dalam Negeri yang berkesan arogan dengan memberikan ijin bagi masyarakat untuk mengambil barang di toko Ritel yang ada di Palu dan Donggala tanpa koordinasi lebih dahulu dengan para pemilik usaha atau management maupun menghubungi APRINDO sebagai Assosiasi Pengusaha Toko Modern.

Advertisement

Lebih lanjut Roy menambahkan keputusan ini tidak mendidik masyarakat disamping itu pemerintah seolah-olah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bertindak diluar tata krama, moral, etika, multi tafsir dan kurang berbuday. 

"Kami peritel modern telah turut pula selama ini memberikan kontribusi bagi kemajuan dan laju pertumbuhan ekonomi di Indonesia serta selalu hadir dalam memberikan bantuan sembako kepada masyarakat seperti saat terjadi kejadian serupa (gempa bumi) di Lombok, Jogja, Padang, Aceh dan lainnya" terangnya. 

Update terakhir sampai saat ini telah terjadi pengambilan barang oleh masyarakat di 40 gerai Alfamart dan 1 gerai Hypermart di Kota Palu.