INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Diharapkan IHSG selanjutnya dapat bertahan di atas support 5948-5963 dan Resisten diharapkan dapat menyentuh kisaran 5987-5995. Kenaikan aksi beli kali ini tidak diikuti dengan peningkatan volume beli sehingga dapat rentan terjadinya pembalikan arah jika sentimen yang ada tidak terlalu kondusif.
"Diharapkan aksi beli masih dapat terjadi yang diikuti dengan sentimen awal pekan yang positif untuk mempertahankan laju IHSG di zona hijaunya. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat menahan IHSG melanjutkan kenaikannya. ," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Senin (1/10/2018).
Ia sodorkan saham-saham pilihan:INAF Trading buy selama dapat bertahan di atas 5750. Support 5700-5750 Resisten 6000-6125
UNTR Trading buy selama dapat bertahan di atas 32875. Support 32800-32875 Resisten 33350-33425
ITMG Trading buy selama bertahan di atas 25775. Support 25700-25775 Resisten 25950-26175
BBRI Trading buy selama bertahan di atas 3120. Support 3090-3120 Resisten 3180-3200
TPIA Trading buy selama bertahan di atas 4890. Support 4880-4890 Resisten 4940-497
Pergerakan positif masih terjadi pada IHSG di akhir pekan. Adanya perkiraan terjadi aksi ambil untung tampaknya tidak sepenuhnya terjadi seiring masih bertahannya aksi beli terutama didominasi pada saham-saham lapis kedua. Positifnya laju bursa saham Asia yang diikuti dengan masih bergerak positif laju pasar obligasi dan kembalinya investor asing melakukan aksi belinya membantu IHSG bertahan di teritori positifnya.
Di sisi lain, adanya perkiraan Bank Indonesia terkait dengan pertumbuhan kredit yang akan meningkat di kisaran 10-12 persen (YoY) pada tahun ini dan pernyataan dari salah satu pejabat kementerian pertanian terkait pemakaian Biodiesel menambah sentimen positif.
Adapun Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud berkomentar tentang minyak sawit untuk biodiesel dimana Indonesia dapat menyerap 6 juta hingga 7 juta ton minyak sawit untuk memproduksi biodiesel pada tahun 2019 dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 5 juta ton tahun ini.
Maraknya aksi beli membuat laju IHSG berada di atas target resisten 5945-5955.