INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Meski laju Rupiah cenderung masih berpeluang melanjutkan pelemahannya namun, pergerakan imbal hasil obligasi AS yang cenderung kembali turun dapat berimbas positif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri. Pergerakannya pun diperkirakan masih berpeluang melanjutkan perkiraan.
"Terutama jika ditopang dengan rilis data-data makroekonomi dalam negeri yang positif dapat menambah peluang kenaikan. Tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," kata analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Senin (1/10/2018).
Pergerakan Rupiah yang kembali melemah tidak menghalangi laju pasar obligasi dalam negeri untuk kembali menguat. Pelaku pasar masih kembali melakukan aksi belinya seiring dengan imbas masih melemahnya laju imbal hasil obligasi AS. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 3,05 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 6,72 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 0,56 bps.
Laju pasar obligasi cenderung bergerak positif. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 91,04% memiliki imbal hasil 7,97% atau turun 0,15 bps dari sebelumnya di harga 90,51% memiliki imbal hasil 8,12%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 90,53% memiliki imbal hasil 8,50% atau turun 0,11 bps dari sehari sebelumnya di harga 89,61% memiliki imbal hasil 8,60%.
Pada Jumat (28/9), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,28 bps di level 107,62 dari sebelumnya di level 107,32. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,12 bps di level 103,95 dari sebelumnya di level 103,82. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,16% dari sebelumnya di level 8,245% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,065% dari sebelumnya di level 3,085% sehingga spread di level kisaran 509,6 bps lebih rendah dari sebelumnya 516 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung variatif mendatar. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,98%-10,00%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,53%-10,55%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,78%-11,90%, dan pada rating BBB di kisaran 14,05%-14,20%.