INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Diperkiraan IHSG akan bergerak cenderung terkoreksi diawal pekan dengan support resistance 5907-6000. Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ASRI, BBCA, BBRI, JPFA, LSIP, TRAM, AALI.

"Pergerakan IHSG menguji level psikologis 6000 setelah berhasil break out MA50 dilevel 5930 secara teknikal. Meskipun demikian beberapa indikator memberikan signal overbought dengan potensi pulled upper bollinger bands," kata analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi di Jakarta, Senin (1/10/2018).

IHSG (+0.79%) ditutup naik 47.34 poin kelevel 5976.55 mengikuti mayoritas ekuitas Asia yang menguat optimis diakhir pekan. Sektor pertanian (+1.68%) dan Industry Dasar (+1.38%) memimpin penguatan. Peningkatan produksi CPO yang dispekulasi akan naik karena faktor cuaca dan konsumsi semen yang akan membaik di akhir tahun menjadi trigger sentimen kedua sektor tersebut. Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih sebesar 885.11 miliar rupiah seiring terapresiasinya rupiah sebesar 0.13% kelevel 14903 diakhir pekan.

Bursa Eropa dibuka melemah akhir pekan setelah pemerintah menetapkan defisit anggaran yang lebih luas dari perkiraan dan kekhawatiran politik di zona Eropa. Indeks Eurostoxx (-1.16%), FTSE (-0.44%) dan DAX (-1.31%) melemah disesi pertama. Data tingkat inflasi inti negara bagian dan zona Eropa dirilis lebih lambat 1,9% menjadi salah satu faktor aksi jual investor diakhir pekan. Sentimen selanjutnya diawal bulan investor akan terfokus pada data indeks kinerja manufaktur diberbagai belahan dunia.

Menutup pekan indeks saham Asia mayoritas menguat. Indeks Nikkei (+1.36%), TOPIX (+0.95%), HangSeng (+0.26%) dan CSI (+1.04%) optimis. Pelemahan nilai tukar Yen menjadi faktor utama dimana Yen melemah terdalam selama tahun 2018. Harga minyak mengalami kenaikan mingguan terpanjang dalam empat bulan terakhir karena beberapa institusi di Wall Street melihat kembalinya harga minyak $100 per barrel pada krisis pasokan yang akan datang di tahun depan.