INDUSTRY.co.id -

Jakarta - IHSG bergerak cenderung tertahan secara teknikal melihat trend terdekat yang bearish jika tidak mampu kembali berada dilevel 6000 sebagai konfirmasi mematahkan trend bearish. Sehingga diperkirakan pola pergerakan IHSG cenderung menekan meskipun kemungkinan melanjutkan penguatan menguji bearish trend line.

"Indikator stocahstic bearish dengan Indikator RSI yang terlihat positif dari middle oscillator. Support resistance IHSG akan berada pada level 5880-5970," ujar Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia di Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Ia sodorkan saham - saham pilihan berikut:

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya ANTM, BBRI, JSMR, KLBF, LSIP, PGAS, UNTR, MAIN, TRAM.

Kemarin, IHSG (+0.95%) ditutup menguat 55.94 poin kelevel 5929.22 dengan sektor Konsumer (+2.20%) memimpin penguatan sektoral. Bank Indonesia mengadakan pertemuan dengan hasil menaikan suku bunga acuan 25 basis poin kelevel 5.75% dari 5.50% guna mengimbangi pelemahan rupiah akibat outflow yang terjadi disaat fed rate naik. Bank Indonesia menyatakan konsumsi dalam negeri masih cukup kuat dengan batas atas target pertumbuhan GDP tahun ini sekitar 5.4% dan tahun depan dilevel 5.5%. Suku bunga acuan pun masih memiliki trend kenaikan hingga tahun depan melihat inflasi yang stabil dengan target atas 4,5% dan pertumbuhan kredit yang masih double digit dilevel 12%. Meskipun demikian rupiah masih tertekan pada level 14923 sehingga investor asing berbalik tercatat net sell 73.73 miliar rupiah setelah mengalami rentetan aksi beli lebih dari seminggu.

Bursa Eropa dibuka terkonsolidasi cenderung melemah. Indeks Eurostoxx (-0.35%), FTSE (+0.11%), DAX (-0.46%) dan CAC (-0.23%) dengan saham-saham perbankan menjadi pemimpin pelemahan. Mata uang sebagian zona Eropa terjatuh mendorong USD kelevel lebih tinggi setelah The Fed menaikan suku bunga pada pertemuan kemarin. Kesepakatan Brexit yang tidak menemukan ujung sepakat menjadi ketidak pastian. Sentimen selanjutnya Investor akan merefleksikan data tingkat pengangguran, GDP dan Personal Spending di AS yang akan rilis malam ini. Investor pun akan terfokus pada data Indeks Manufakturing PMI di China dan beberapa data Inflasi di akhir pekan.

Saham Asia ditutup mayoritas melemah kecuali KOSPI (+0.70%) dan IHSG (+0.95%) yang ditutup melawan arus pelemahan. Indeks Nikkei (-0.99%), TOPIX (-1.18%), HangSeng (-0.36%) dan CSI (-0.40%) ditutup pesimis dengan pelemahan yang cukup signifikan. Investor melihat kemungkinan kenaikan Fed Rate berlanjut hingga 3% ditahun depan setelah komentar The Fed pada ekonomi yang terus Expansi hingga inflasi menguat dan tingkat pengangguran kembali merosot kelevel terendah.