Ini Upaya Kementan Bantu Pulihkan Ekonomi Pasca Gempa NTB

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 22 September 2018 - 14:23 WIB

Kementan Pulihkan Korban Gempa Lombok
Kementan Pulihkan Korban Gempa Lombok

INDUSTRY.co.id -

Lombok-NTB - Sejak dinyatakan status bencana gempa bumi di Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sampai saat ini, Kementerian Pertanian terus membantu untuk memulihkan perekonomian warga pasca gempa.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) I Ketut Diarmita saat melakukan kunjungan kerja ke NTB pada Jumat (21/9/2018) menyampaikan bahwa bencana gempa ini telah menimbulkan kerugian jiwa dan material, sehingga sesuai instruksi Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kementan turut andil menjadi bagian pemerintah untuk membantu penanganan pasca gempa.

Bapak Mentan langsung mengintruksikan kami untuk turun langsung membantu pemulihan pasca gempa di NTB ini, kata I Ketut. Bantuan uang tunai dari keluarga besar Kementan dan para mitranya yang masuk ke rekening posko gempa bumi Pulau Lombok yang dikelola BPBD Provinsi NTB sampai saat ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp. 11.751.000.627, ungkapnya.

I Ketut juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, Posko Utama Kementan Peduli Gempa NTB juga masih terus menerima dan menyalurkan berbagai bentuk bantuan berupa telur, beras, minyak goreng, pakaian, selimut, pakan ternak, air mineral, susu, sembako, sosis, dan makanan siap saji.

Terkait dengan penanganan bidang peternakan dan kesehatan hewan, Ditjen PKH sampai saat ini masih terus memberikan bantuan dalam penanganan ternak milik warga terdampak. Tim Satgas Ditjen PKH bahkan sudah sebulan lebih pasca bencana gempa NTB ditugaskan secara bergantian disini daerah bencana. Tim tersebut terdiri dari unsur pusat (Sekretariat Ditjen PKH, Direktorat Keswan, Kesmavet, Pakan, Bitpro, PPHNak), UPT Ditjen PKH (BBVet Denpasar, BBVet Wates, BBMSOH Gunung Sindur, BPTUHPT Denpasar, Bvet Subang, BPMSPH Bogor, BPMPP Bekasi, BET Cipelang dan BIB Lembang), serta UPT dibawah Badan Karantina Pertanian (Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar dan Mataram).

I Ketut menyebutkan upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian melalui Ditjen PKH untuk penanganan ternak, diantaranya: (1). Mengidentifikasi jumlah, jenis ternak dan ternak sakit (zoonosis); (2). Merencanakan dan mengkoordinasikan upaya untuk mengatasi masalah yang mendesak akibat bencana gempa khususnya terkait bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan; (3). Memobilisasi ternak dalam rangka evakuasi dari daerah terdampak ke daerah yang lebih aman; (4). Inventarisasi kebutuhan pakan (konsentrat dan HPT), obat-obatan dan air minum; (5). Memberikan dan menyediakan Pelayanan Kesehatan Hewan, kandang penampungan sementara; (8). Melakukan pendistribusian bantuan pakan ternak (konsentrat dan HPT) pada kelompok ternak yang sudah teridentifikasi; (6). Memonitor dan mengevaluasi kegiatan penanganan bencana Gempa bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan; (7). Analisis kerugian dampak bencana khususnya dibidang peternakan (ekonomi veteriner).

I Ketut menerangkan Tim Satgas Ditjen PKH berkoordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB dan kabupaten terdampak (Lombok Utara, Lombok Timur dan Barat), Posko Induk Kementerian Pertanian (BPTP NTB) dan Posko Pendampingan Nasional (POSPENAS)

Sampai saat ini Tim kami masih terus melakukan pendistribusian bantuan pakan ternak dan obat hewan kepada Kelompok Tani Ternak (KTT) terdampak, serta membantu memperbaiki fasilitas peternakan, ungkap I Ketut.

Berdasarkan laporan ketua Tim Satgas Ditjen PKH, per tanggal 20 September 2018 jumlah ternak yang sudah teridentifikasi sebanyak 9.346 ekor dari 13 kecamatan dan 77 KTT. Masing-masing berada di 3 kabupaten yaitu Kabupaten Lombok Utara (KLU), Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Barat (Lobat). "Kami update terus datanya, jadi kemungkinan data berubah terus," tukas I Ketut.

Terkait bantuan pakan ternak Menurut I Ketut, per tanggal 20 September 2018 telah didistribusikan sebanyak 72,3 ton konsentrat dan 116,6 ton pakan (pucuk tebu) dengan penyaluran 8 kali tahapan.

Pada hari Kamis (20/09) lalu kami juga mewakili Bapak Menteri Pertanian hadir pada rapat evaluasi progres kegiatan penanganan bencana di Lombok NTB yang diselenggarakan oleh BNPB di Kantor Gubernur NTB dan kita sudah laporkan semua progresnya, ungkap I Ketut. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Gubernur NTB, Walikota Mataram dan Bupati daerah terkena dampak gempa, Kapolda, Panglima TNI, serta hampir semua perwakilan Kementerian/Lembaga (K/L) hadir.

Pada intinya pemerintah saat ini terus fokus untuk membantu pemulihan ekonomi di NTB Pasca Gempa, jelas I Ketut. "Saat ini tim kami juga masih terus bergerak untuk mengevaluasi bangunan dan fasilitas peternakan dan kesehatan hewan yang rusak termasuk beberapa Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan)," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Blockchain

Kamis, 18 April 2019 - 17:10 WIB

Jelajahi Pasar Blockchain Indonesia, TTC Gandeng Tokocrypto dan Infonesia

Blockchain proyek dari Singapura, TTC Foundation resmi bekerjasama dengan Tokocrypto dan Infonesia sebagai bagian dari strategi memasuki pasar Indonesia. Melalui kerja sama ini, TTC Foundation…

Fujitsu Indonesia

Kamis, 18 April 2019 - 16:06 WIB

Tahun 2019, Fujitsu Indonesia Bidik Pertumbuhan Usaha Hingga Double Digit

PT Fujitsu Indonesia optimis penjulan di tahun 2019 akan tumbuh mencapai double digit. Pasalnya, segmen pasar yang disasar oleh perusahaan masih mempunyai peluang yang cukup besar di Indonesia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melihat salah satu AMMDes

Kamis, 18 April 2019 - 15:10 WIB

Sejak Diluncurkan Agustus 2018, AMMDes Raih Banyak Pujian

Pengembangan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) diapresiasi banyak pihak karena mampu memberikan beragam manfaat bagi kebutuhan masyarakat desa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah…

BNI Syariah. (Foto: IST)

Kamis, 18 April 2019 - 14:38 WIB

BNI Syariah Targetkan Pembukaan Rekening Online diakhir 2019

Jakarta - BNI Syariah menargetkan pembukaan rekening online di kuartal 4 2019. Pembukaan rekening online merupakan salah satu strategi yang dilakukan BNI Syariah untuk meningkatkan layanan di…

Mantan Napi Terorisme Sukses Kembangkan Koperasi di Pesantren-Pesantren

Kamis, 18 April 2019 - 14:11 WIB

Cerita Mantan Napi Terorisme Sukses Kembangkan Koperasi ke Pesantren-Pesantren

Koperasi Komunitas Mantan Narapidana teroris dan Gerakan Aktivis Radikal (Kontantragis) yang didirikan di Bandung pada 28 Oktober 2017 sukses memperluas pasar dengan produk unggulan kopi, sabun,…