Indocement Siap Pasok Tol Trans Sumatera

Oleh : Irvan AF | Selasa, 29 November 2016 - 16:15 WIB

Ilustrasi Indocement. (Dimas Ardian/Bloomberg)
Ilustrasi Indocement. (Dimas Ardian/Bloomberg)

INDUSTRY.co.id - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, produsen Semen Tiga Roda siap memasok semen untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni, Lampung Selatan-Terbanggi Besar, Lampung Tengah hingga Mesuji di Provinsi Lampung.

"Kami siap melayani kebutuhan konsumen di Provinsi Lampung dan sekitarnya termasuk untuk pembangunan jalan tol dengan ketersediaan produk, jaminan kualitas, dan harga bersaing," kata Marketing Service Dept Head PT Indocement Tunggal Prakarsa Kelvin Tjendar, di Balai Pelatihan Pertanian Lampung Hajimena, Lampung Selatan, seperti dikutip Antara, Selasa (29/11/2016).

Ia menyebutkan, kapasitas terpasang produksi PT Indocement Tunggal Prakarsa berupa Semen Tiga Roda sebanyak 24,9 juta ton per tahun, seiring dan sejalan dengan program pemerintah dalam membangun dan mengembangkan infrastruktur di Indonesia.

PT Indocement Tunggal Prakarsa, lanjutnya, memiliki sejumlah pabrik antara lain di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan semen bagi pembangunan jalan tol, PT Indocement Tunggal Prakarsa tidak menyuplai secara langsung ke pihak pengembang tetapi melalui subkontraktor.

Namun, pihaknya akan tetap berpartisipasi untuk siap melayani kebutuhan konsumen dan pembangunan Provinsi Lampung, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pembangunan jalan tol itu.

Dia menyatakan, Provinsi Lampung merupakan salah satu pasar utama PT Indocement Tunggal Prakarsa di luar Jawa, sehingga tetap memperhatikan kelancaran distribusi dan kebutuhan konsumen daerah ini.

"Kami siap berpartisipasi dalam pembangunan di daerah ini, termasuk memasok kebutuhan semen untuk infrastruktur," ujarnya.

Kelvin menjelaskan, penjualan Semen Tiga Roda pada tahun 2015 sekitar 15 juta ton dan diperkirakan sama pada tahun ini.

Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menyebutkan kebutuhan semen di Provinsi Lampung dalam setiap bulan mencapai 110.000 ton/bulan.

Artinya jumlah yang sedemikian banyak menjadi potensi yang besar bagi perusahaan semen di Indonesia dalam mengembangkan usahanya di Provinsi Lampung.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

KPBS Pengalengan

Selasa, 14 Juli 2020 - 21:10 WIB

Tetap Bertaji Kala Pandemi, Ternyata Ini Strategi KPBS Pengalengan

Sejak mewabahnya penyebaran virus corona, banyak usaha yang gulung tikar sehingga jutaan orang terancam kehilangan pekerjaan. Perusahaan yang masih bertahan pun terpaksa melakukan efisiensi…

Presiden Jokowi (ist)

Selasa, 14 Juli 2020 - 20:36 WIB

Siap Pangkas 18 Lembaga, Jokowi Yakin 'Kapal' Bakal Bergerak Lebih Cepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa saat ini sedang dilakukan persiapan untuk merampingkan 18 organisasi atau lembaga.

Wisatawan menikmati Tanjung Lesung (foto Heriyanto/industry.co.id)

Selasa, 14 Juli 2020 - 20:16 WIB

Selain Tiket Wisata Harus Murah, Komisi X: Pejabat Pemerintah Harus Turun Duluan ke Destinasi Wisata untuk Memastikan Keamanan Wisatawan

Anggota Komisi X DPR RI Sakinah Aljufri mengatakan bahwa untuk membangkitkan kembali minat wisatawan domestik mengunjungi destinasi wisata Tanah Air, perlu dilakukan promosi berupa tiket wisata…

Politisi PDIP Rahmad Handoyo Ajak Masyarakat Gotong-Royong Selamatkan BPJS Kesehatan

Selasa, 14 Juli 2020 - 19:40 WIB

PDIP Ingatkan Pemerintah: Hati-hati! Ditengah Pandemi Ini, Banyak Orang dan Perusahaan Jahat, Mereka Hanya Ingin Mengeruk Untung

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak dalam permainan perusahaan pemburu rente dalam upaya pengadaan dan produksi vaksin Covid-19, yang hanya ingin…

Ilustrasi Indonesia Eximbank. (Foto: Ist)

Selasa, 14 Juli 2020 - 19:15 WIB

Halo Bank Exim! Komisi XI: Pak James Rompas, Jangan Cuma Urus Debitur Besar, Pembiayaan Ekspor Pengusaha UMKM di Perbanyak

Anggota Komisi XI DPR RI Rudi Hartono Bangun mengimbau kepada Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank (Bank Exim), untuk tidak hanya menaruh prioritas pembiayaannya…