INDUSTRY.co.id - Jakarta - Adanya ekspektasi membaiknya ekonomi AS dan antisipasi akan potensi perang dagang antara AS dan Tiongkok membuat pergerakan imbal hasil obligasi AS kembali meningkat. Kondisi ini dapat menghalangi pergerakan pasar obligasi di dalam negeri sehingga masih terdapat potensi kembali mengalami pelemahan.

Advertisement

"Tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (12/9/2018).


Sentimen pelemahan Rupiah masih mempengaruhi pergerakan pasar obligasi dalam negeri dimana masih cenderung bergerak melemah. Pelaku pasar lebih selektif dalam memilih sejumlah seri. Di sisi lain, pergerakan imbal hasil obligasi AS pun turut mempengaruhi pergerakan pasar obligasi dalam negeri. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 2,54 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 0,11 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 1,57 bps.

Advertisement

Laju pasar obligasi cenderung kembali melemah. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 89,56% memiliki imbal hasil 8,36% atau naik 0,04 bps dari sebelumnya di harga 89,67% memiliki imbal hasil 8,33%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 85,97% memiliki imbal hasil 9,04% atau naik 0,11 bps dari sehari sebelumnya di harga 86,85% memiliki imbal hasil 8,93%.

Pada Senin (10/9), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,20 bps di level 105,67 dari sebelumnya di level 105,88. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,05 bps di level 102,96 dari sebelumnya di level 102,91. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,56% dari sebelumnya di level 8,53% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,98% dari sebelumnya di level 2,96% sehingga spread di level kisaran 558,6 bps lebih tinggi dari sebelumnya 557 bps.

Advertisement

Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung meningkat. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 10,25%-10,27%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,98%-11,00%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 12,01%-12,02%, dan pada rating BBB di kisaran 14,87%-14,93%.

Advertisement