INDUSTRY.co.id, Ambon - Sektor pariwisata memang sanga menguntungkan bagi pemasukan pendapatan bagi tiap daerahnya. Dengan ini, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah Indonesia menargetkan pendapatan dari sektor pariwisata hingga tahun 2019 sebesar US$20 miliar.

"Ke depannya, untuk sektor pariwisata di Indonesia kita targetkan 20 turis mancanegara dan 10 juta orang yang berkunjung diantaranya berasal dari Tiongkok," kata Menko Kemaritiman, Luhut Binsar di Ambon, Kamis (9/2/2017).

Banyaknya wisman asal Tiongkok yang berkunjung ke Indoensia, mereka memberikan kontribusi terbesar yaitu dengan rata-rata US$2.385 sementara, wisman lainnya seperti Amerika Serikat masih berada di bawah Tiongkok.

Potensi wisata di Indoesia sangat besar dan tersebar diberbagai daerah, termasuk di Provinsi Maluku, potensi wisata di sana termasuk wisata baharinya dengan panorama alam bawah laut yang indah dan dihiasi oleh berbagai jenis terumbu karang dan ikan hias, di sana juga potensi budaya serta sejarahnya juga beraneka ragam.

Menurut Menko, program pembangunan antara daerah dengan pusat harus tetap terintegrasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri dan perlu didukung dengan pembangunan infrastruktur yang memadai serta penyediaan sumberdaya manusia.

"Kita juga bangun patimban di Jawa Barat dan akan dimulai kwartal ketiga tahun ini dengan Jepang dan nilainya 3 miliar dolar AS karena memiliki dampak ekonomi yang luar biasa ke Indonesia," lanjutnya.

Untuk pembangunan infrastruktur, pemerintah telah menyiapkan Rp387 Triliun jumlah ini lebih besar sebelumnya yang hanya sebesar Rp152 Triliun. Jadi, selama lima tahun angka itu hanya untuk membangun infrastruktur saja.

"Saya baru mendapat laporan dari Waskita Karya sampai 2019 akan diselesaikan lebih dari 1.400 Km jalan tol dan lebih banyak dari sepuluh tahun pembangunan yang lalu, tidak bermaksud membanding-bandingkan tetapi untuk sekedar diketahui masyarakat saja," sambungnya, Menko.

Pemerintah juga menghimbau, untuk setiap pelabuhan laut yang ada di Indonesia, diperdalam agar tidak terlalu dangkal antara 16 sampai 18 meter, agar kapal-kapal bisa merapat ke pelabuhan. (Ant)