Produkivitas Sawit Indonesia Perlu Ditingkatkan

Oleh : Herry Barus | Kamis, 30 Agustus 2018 - 14:30 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id -Yogyakarta- Ketua Perhimpunan Teknik Pertanian (Perteta), Desrial mengatakan produktivitas tanaman sawit di Indonesia saat ini masih rendah rata-rata hanya sekitar 13 ton tandan buah segar per hektare per tahun.

"Padahal potensinya bisa sampai 25 sampai 30 ton per hektare per tahun," kata Desrial usai Seminar Nasional Perteta di Instiper Yogyakarta, Rabu (29/8/2018)

Karena produktivitas tanaman sawit yang masih rendah itu maka Perteta mengadakan Seminar Nasional Perteta 2018 dengan tema Mekanisasi, Otomasi dan Aplikasi ICT (Information and communication technology) dalam Mendukung Bioindustri dan Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan".

 Menurut dia, salah satu permasalahan dalam meningkatkan produktivitas sawit adalah bagaimana pihak terkait bisa mengefisienkan setiap proses. Efisiensi serta peningkatan kualitas itu dapat dicapai apabila menerapkan mekanisasi pertanian.

"Oleh sebab itu dalam seminar kali ini kami mengajak kawan-kawan Perteta dari seluruh Indonesia mempresentasikan hasil-hasil riset khususnya untuk budidaya sawit baik dalam hal 'on farm' maupun 'off farm'," katanya.

Peserta seminar nasional itu merupakan anggota Perteta selaku akademisi pertanian dari berbagai universitas. Selain itu sebegai wadah bagi dosen Instiper yang sesuai kompetensinya dapat berpartisipasi dalam penyajian makalah hasil penelitian.

"Mudah-mudahan hasil dari formulasi riset ini dapat kita jadikan rekomendasi kepada BPD PKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) atau pemerintah tentang teknologi apa dan bisa diaplikasikan untuk produksi sawit di negara kita," katanya.
 

Desrial menjelaskan saat ini yang menjadi permasalahan dalam peningkatan produksi sawit adalah terkait transportasi untuk mengangkut buah sawit, atau dari lahan sawit ke tepi jalan yang belum didukung dengan infrastruktur yabg memadai.

"Sekarang ini masih pakai 'pikulan', kereta sorong, sehingga kalau sudah mulai musim hujan banyak yang terbuang, bahkan 10 sampai 20 persen (hasil panen sawit) tidak bisa diangkat karena kondisi itu tadi," katanya, seperti dilansir Antara.

Oleh sebab itu, pada kesempatan tersebut Perteta juga memperkenalkan salah satu produk berupa mesin untuk evakuasi buah sawit, dan yang sudah mengembangkan mesin pertanian dan sudah dikomersilkan adalah IPB (Institut Pertanian Bogor).

"Dan dari Instiper juga membuat model yang sama. Jadi dari yang tadinya manusia tidak bisa angkut sekarang sudah bisa, saat ini itu yang paling bisa dimekanisasi. Kemudian mesin pemanen sawit, dan ini masih dalam riset," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

 Alumnus Lemhannas PPSA XXI, AM Putut Prabantoro

Sabtu, 06 Juni 2020 - 01:59 WIB

New Normal, Ingat Lagunya Koes Plus

Jakarta, Jumat (05/06/2020)-“Ke Jakarta Aku Kan Kembali, Walaupun Apa Yang Kan Terjadi” – inilah suasana kebatinan masyarakat yang terjadi saat ini.

Waketum KADIN Shinta Sukamdani, Menperin Agus Gumiwang, Ketua Apindo Haryadi Sukamdani

Sabtu, 06 Juni 2020 - 00:15 WIB

Kabar Gembira...Menperin Agus Bakal Gelontorkan Stimulus Modal Kerja untuk Pulihkan Industri Manufaktur

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad untuk terus mengupayakan pemulihan sektor industri manufaktur di dalam negeri yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Produsen Batubara

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:31 WIB

Industri Batubara Lesu Akibat Pasar Menyusut Terpapar Covid-19

Minimnya pergerakan ekonomi membuat industri batubara turut mengalami kelesuan dikarenakan menurunnya permintaan pasar terutama yang datangnya dari India dan Tiongkok.

Contoh proyek PT PP Persisi

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:10 WIB

Cetak Laba Rp1,2 triliun, PT PP Gelontorkan Dividen Tunai 22,5 %

PT Pembangunan Perumaha (Persero) Tbk (PTPP) berhasil catatkan kinerja positif perusahaan untuk pendapatan usaha tahun buku 2019 sebesar Rp24,65 triliun dengan laba bersih yang perseroan mencapai…

Tokok Pakaian GAP (ist)

Jumat, 05 Juni 2020 - 22:03 WIB

Enggak Kuat Merugi hingga Rp13,1 Triliun, GAP Inc Terpaksa Tutup Toko

Perusahaan fashion GAP Inc, pada Kamis (5/6/2020) melaporkan kerugian yang dialaminya hingga 43% dalam penjualan kuartal I 2020 yang mencapai Rp13,1 triliun. Kerugian besar yang dialam