INDUSTRY.co.id - Jakarta- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan umat Islam untuk tetap memelihara ukhuwah islamiyah dan tidak terjebak dalam permusuhan pertentangan internal Islam pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Advertisement

Seruan tersebut tertuang dalam keputusan Rapat Pleno ke-30 MUI yang diselenggarakam Dewan Pertimbangan MUI di Jakarta, Rabu (29/8/2018)

Rapat pleno tersebut membahas dua agenda yaitu terkait posisi Kiai Ma'ruf Amin yang merupakan Ketua Umum MUI dan juga bakal calon wakil presiden pada pemilihan presiden 2019.

Advertisement

Agenda lainnya yaitu terkait dengan bagaimana MUI dan umat Islam menghadapi pilpres 2019.

Ketua MUI Didin Haminuddin yang membacakan putusan rapat pleno menyebutkan, MUI juga menyerukan kepada pelaku dan elite politik agar mengedepankan etika politik yang berkeadaban dengan tidak menampilkan rasa kebencian dan permusuhan yang dapat memecahbelah bangsa Indonesia.

Advertisement

Seruan MUI mengenai Pilpres 2019 juga terkait dengan pencalonan Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin sebagai bakal calon wakil presiden yang mendampingi Joko Widodo pada Pilpres.

MUI mengingatkan agar organisasi dan posisi-posisi MUI tidak digunakan untuk kepentingan politik kekuasaan yang dapat memecah belah umat Islam dan bangsa Indonesia.

Advertisement

Terkait dengan posisi KH Ma'ruf Amin, jabatan ketua umum tidak boleh dirangkap dengan jabatan politik di eksekutif dan legislagif serta pengurus harian partai politik jika ia terpilih menjadi Wakil Presiden RI.