INDUSTRY.co.id - Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.620-14.611. Meski diikuti dengan adanya sentimen negatif terutama dari adanya Sidang Paripurna DPR namun, diharapkan sentimen global lebih positif untuk menopang penguatan lanjutan Rupiah.
"Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (29/8/2018).
Ia katakan, pergerakan USD yang kembali melemah seiring masih adanya imbas dari berkurangnya kekhawatiran akan terjadinya perang dagang antara AS dan para mitra dagangnya terutama setelah tercapainya kesepakatan dagang antara AS dan Meksiko direspon positif dan dimanfaatkan Rupiah untuk kembali menguat.
Sementara itu, lanjut dia, dari dalam negeri, pelaku pasar masih merespon positif sentimen sebelumnya terutama dari rencana kebijakan BI untuk mempertahankan nilai tukar Rupiah terutama dengan memastikan ketersediaan valas terjaga serta mempermurah swap rate BI dan swap hedging.
"Meskipun juga diikuti dengan sentimen adanya kritik dari sejumlah kalangan dalam Sidang Paripurna yang membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019, dengan agenda pembacaan pandangan fraksi-fraksi," katanya.