INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan imbal hasil obligasi AS cenderung bergerak flat yang diharapkan dapat dimanfaatkan pasar obligasi dalam negeri untuk kembali menguat. Di sisi lain, menguatnya laju Rupiah juga turut memberikan sentimen positif untuk mempertahankan peluang kenaikannya.
"Diharapkan peluang kenaikan masih lebih besar dibandingkan penurunan sehingga dapat membuat laju pasar obligasi dalam negeri dapat bertahan positif. Tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (29/8/2018).
Pergerakan pasar obligasi masih didukung adanya aksi beli secara keseluruhan meski juga diiringi aksi ambil untung. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 6,04 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 2,19 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 0,16 bps.
Laju pasar obligasi cenderung kembali menguat dengan merespon sejumlah sentimen positif. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 92,18% memiliki imbal hasil 7,63% atau turun 0,13 bps dari sebelumnya di harga 91,71% memiliki imbal hasil 7,75%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 91,98% memiliki imbal hasil 8,33% atau turun 0,008 bps dari sehari sebelumnya di harga 91,90% memiliki imbal hasil 8,34%.
Pada Selasa (28/8), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,05 bps di level 109,56 dari sebelumnya di level 109,51. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,11 bps di level 105,21 dari sebelumnya di level 105,10. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,96% dari sebelumnya di level 7,99% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,88% dari sebelumnya di level 2,85% sehingga spread di level kisaran 507,5 bps lebih tinggi dari sebelumnya 515,3 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung meningkat. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,82%-9,92%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,18%-10,20%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,40%-11,50%, dan pada rating BBB di kisaran 14,00%-14,03%.