INDUSTRY.co.id, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah berambisi untuk melakukan upaya kebangkitan bagi dunia transportasi khususnya bersama dengan BUMN.
Hal ini dikatakan Budi saat menghadiri seminar nasional kebangkitan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor Perhubungan di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (28/8/2018).
"Kita memiliki waktu yang tidak banyak untuk menyongsong persaingan ini. Oleh karenanya di setiap sektor baik itu laut udara darat kereta api, saya mendorong kepada BUMN untuk turut serta secara aktif," kata Budi.
Dia menjelaskan, BUMN adalah usaha-usaha yang lebih mapan, maka itu, pihaknya inisiatif melakukan upaya kerja sama operasi atau kerja sama konsesi agar ada payung tertentu dengan BUMN.
"Tapi kami tidak melupakan banyak perusahaan swasta yang lain mesti kita alokasi juga," jelasnya.
Dalam waktu dekat ini, lanjut dia, pihaknya akan memberikan suatu ketetapan dengan melakukan MoU memastikan 2019 sudah berlangsung. Di mana Kemenhub memberikan kesempatan untuk BUMN, untuk memulai. Namun dirinya mensyaratkan kepada BUMN untuk memberikan kesempatan swasta untuk join.
"Nah kalau kegiatan ini semakin banyak berlangsung, maka dana-dana pemerintah ini bisa saya gunakan. Saya ambil contoh saja saat ini saya memastikan tidak ada lagi APBN di beberapa bandara di Fatmawati, Bengkulu, Raden Intan 2 Lampung dan Sentani Papua.
Dana ratusan miliar itu saya akan pastikan untuk mempercepat di Buntukunik Toraja yang sebelumnya selesai 2020 dipastikan 2019 selesai dan bandara lainnya," pungkasnya.