INDUSTRY.co.id -
Jakarta - Masih adanya ketidakpastian kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok membuat pelaku pasar cenderung menahan diri sehingga laju bursa saham Asia cenderung variatif.
"AS berencana mengenakan tarif impor sebesar 25 persen atas produk-produk Tiongkok senilai USD16 miliar. Shanghai dan Shenzhen menguat ditopang kenaikan sejumlah saham namun, Hang Seng melemah. Nikkei dan Kospi mampu menguat tipis namun, ASX cenderung berbalik melemah," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (24/8/2018).Sementara zona Eropa, kata dia, munculnya friksi kesepakatan dagang antara AS dan Tiongkok dimana AS berencana kembali mengenakan tarif impor terhadap sejumlah produk Tiongkok membuat pelaku pasar kembali melakukan aksi jualnya. Tidak hanya itu, AS pun berencana mengenakan tarif impor terhadap sejumlah barang dari Uni Eropa. Indeks pan-European Stoxx 600 melemah 0,16 pesen dengan tekanan pada saham-saham otomotif dan sumberdaya.
Sisi lain, katanya, sentimen yang sama kembali mempengaruhi laju bursa saham AS dimana berbalik melemah.
"Kekhawatiran akan perang dagang AS dan Tiongkok yang kembali terjadi setelah AS berecana mengenakan tarif impor atas sejumlah produk Tiongkok membuat pelaku pasar kembali melakukan aksi jualnya," katanya.