INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 0,02% atau 1 poin ke posisi 5.943 pada akhir sesi pertama perdagangan Senin (23/08/2018) dibandingkan posisi pada akhir perdagangan Senin (21/08/2018) di level 5.944.
Pelemahan indeks disebabkan oleh penurunan harga 190 saham. Selain itu, ada sebanyak 166 saham naik, 137 saham stagnan dan 160 saham tidak ditransaksikan. IHSG pada sesi pertama perdagangan hari ini bergerak pada kisaran 5.934-5.991.
Total nilai perdagangan di seluruh segmen pasar BEI mencapai Rp4,71 triliun. Itu terdiri nilai perdagangan di Pasar Reguler sebesar Rp3,96 triliun, di Pasar Negosiasi senilai Rp718,82 miliar dan di Pasar Tunai sebesar Rp25,83 miliar.
Total volume perdagangan tercatat sebanyak 48,80 juta lot saham, hasil dari 228.879 kali transaksi. Investor asing membukukan pembelian saham bersih sebesar Rp212,08 miliar dengan total volume pembelian bersih sebanyak 1,2 juta lot saham.
Sebanyak enam dari sembilan indeks sektoral BEI melemah. Indeks sektor aneka industri mengalami penurunan terdalam, yaitu sebesar 1,86% atau 23,65 poin ke posisi 1.249. Kemudian diikuti oleh indeks sektor infrastruktur dan indeks agrikultur yang masing-masing tergerus 1,02% dan 0,83%.
Saham-saham LQ45 yang mengalami penurunan harga dan menjadi top losers adalah ITMG yang harganya susut 4,20% atau Rp1.125 menjadi Rp25.675 per saham, LPPF yang harganya turun 2,84% atau Rp200 menjadi Rp6.850 per saham dan HMSP yang harganya terpangkas 2,37% atau Rp90 menjadi Rp3.710 per saham.
Adapun saham-saham LQ45 yang menjadi top gainers adalah PGAS yang harganya naik 5,18% atau Rp100 menjadi Rp2.030 per saham, SMGR yang harganya meningkat 3,77% atau Rp325 menjadi Rp8.950 per saham dan INTP yang harganya terangkat 2,85% atau Rp450 menjadi 16.250 per saham. (Abraham Sihombing)